Parpol di Jambi Rebut Suara di 2024, Pengamat: Figur Caleg Menentukan



Senin, 20 Desember 2021 - 13:12:02 WIB



JAMBERITA.COM - Partai politik saat ini sudah mulai memanaskan mesin untuk persiapan Pemilu 2024 termasuk memunculkan figur baru untuk mendapatkan simpati masyarakat. Setidaknya beberapa partai saat ini sudah mulai mempersiapkan kader terbaik diluar yang sudah duduk di legislatif saat ini.

Momentum seperti ini sudah menjadi kebiasaan guna memastikan target bisa dicapai dalam pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. Meskipun begitu, putaran partai politik disetiap daerah pasti berbeda. Banyak faktor yang menyebabkan partai tersebut bisa memenangkan pertarungan dengan menjadi partai pemenang.

Untuk Provinsi Jambi saat ini dikuasai oleh PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Golkar. 4 Partai ini menjadi pemenang dan menjadi unsur pimpinan tidak semata-mata karena partai. Namun hal itu terjadi karena figur para caleg yang maju.

Beberapa partai lain memenangkan kontestasi di daerah tingkat kabupaten/kota seperti PAN yang menjadi pemenang di Batang Hari dan Tanjung Jabung Timur, NasDem yang mendapatkan unsur pimpinan di Kota Jambi.

Pertanyaannya saat ini adalah apakah para partai pemenang ini mampu kembali memenangkan pertarungan seperti 2019?

 Ini karena adanya Pilkada serentak yang berada di tahun yang sama meski berbeda bulan.

DR Pahrudin, Pengamat politik dari UNH Jambi mengatakan secara nyata partai politik sama sekali tidak menjadi faktor penting. Menurutnya, mau partai apapun, masyarakat Jambi secara umum masih melihat siapa yang maju sebagai caleg tersebut.

"Figur menjadi faktor penentu bagi partai untuk bisa menang pada pemilu 2024. Karena pemilih di Jambi masih primordial dan juga keterikatan dengan figur," katanya ketika dikonfirmasi Jamberita.com, Senin (20/12/2021).

Ia malah mewanti-wanti para partai pemenang saat ini untuk terus mempertahankan figur yang ada saat ini. Baik yang sudah duduk di legislatif maupun belum. Malah, akan lebih baik kalau para figur tersebut ditambah oleh partai.

"Akan bahaya bagi partai kalau tidak menambah kader-kader baru potensial yang sudah memiliki figur. Bukan tidak mungkin nanti pada 2024 komposisi yang ada saat ini berubah drastis," ujarnya. (am)



Artikel Rekomendasi