JAMBERITA.COM - Pada Jum'at (19/11/2021) lalu, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNJA melakukan aksi penolakan intervensi birokrasi mengenai demokrasi kampus. Namun sayangnya, pada saat aksi tersebut dilaksanakan terjadi sikap premanisme yang diduga dilakukan oleh sopir Wakil Rektor III UNJA.
Menanggapi hal ini, Politisi PKS yang juga Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi Yasir sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya, kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus bisa mencoreng nama baik UNJA.
"Kejadian premanisme kepada aktivis dakwah (ADK) kampus sangat di sayangkan. Ini bisa mencoreng nama kampus UNJA pada khususnya dan Jambi pada umumnya," kata Yasir. Sabtu, (20/11/2021).
Yasir menyebutkan, kampus sebagai tempat akademik harusnya memberikan kebebasan untuk berpendapat.
"Kampus seharusnya sebagai ajang mimbar bebas untuk mengadu argumentasi dan mengolah daya fikir untuk kemajuan pembangunan Provinsi Jambi malah jadi seperti terminal," sebutnya.
Ia meminta agar Rektor UNJA dapat menyelesaikan masalah ini segera. "Saya sebagai alumni aktivis dakwah kampus menyarankan komisi IV DPRD Provinsi segera memanggil Rektor UNJA atau mendatangi kampus UNJA untuk mengurai dan menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya.
"Masa pegawai Rektorat (sopir Rektor, red) melakukan kekerasan dengan memukuli ADK di biarkan saja bebas..harus di proses hukum," lanjutnya. (sap)
FKIK UNJA Sukses Gelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional AMSA-Indonesia 2026 di Jambi
Menuju Italia, Mahasiswa UNJA Asal Pakistan Manfaatkan Layanan Apostille Kemenkum Jambi
Faperta UNJA Gelar Kuliah Umum Internasional, Bahas Inovasi Perlindungan Tanaman Berkelanjutan
Buat Gerakan Peduli Sesama, IKA PMII Kota Jambi Bagi Sembako Untuk Warga Membutuhkan
Suprayuki Kembali Nahkodai Ketua GP Farmasi Jambi Periode 2021-2026
Ombudsman: LO Kejaksaan Berpotensi Timbulkan Maladminitrasi di Perizinan Usaha Tambang



