FEATURE: Pelaku UKM Cemas Kemungkinan Lonjakan Ketiga Covid-19



Rabu, 10 November 2021 - 12:35:20 WIB



JAMBERITA.COM - Kondisi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah terbilang cukup bisa ditangani. Hal ini dibuktikan dengan hampir seluruh daerah terbebas dari zona merah dan level PPKM yang rendah.

Hal ini juga dipengaruhi dengan tinggi nya tingkat vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak lain yang terus gencar melaksanakan vaksinasi hingga sampai jemput bola ke rumah masyarakat.

Untuk Provinsi Jambi saja saat ini sudah hampir dipastikan semuanya dalam kondisi terkendali. Meskipun tidak menutupi bahwa masih ada yang terpapar, namun situasi tersebut masih dapat diantisipasi dan dikendalikan.

Hanya saja, saat ini pemerintah sudah mulai mewanti-wanti lonjakan gelombang ketiga. Setidaknya, ini sudah terjadi dibeberapa negara. Lonjakan di beberapa negara di dunia itu terjadi karena virus Covid-19 yang terus saja bermutasi.

Jika hal ini terjadi, pemulihan ekonomi yang sudah dilakukan pastinya akan terhenti. Setidaknya pengaruh tersebut akan dirasakan lagi oleh para pelaku usaha makanan dan minuman, terutama usaha kecil dan menengah.

Anja selaku pemilik usaha angkringan mengatakan bahwa dirinya sangat cemas jika memang kemungkinan akhir tahun ini terjadi lonjakan besar gelombang ketiga. Hal ini dikarenakan dirinya baru kembali stabil jualan karena larangan penjualan sudah mulai sedikit tidak terlalu ketat seperti sebelumnya.

"Ditambah saat ini sudah level I PPKM Kota Jambi. Semoga saja dugaan lonjakan itu tidak terjadi seperti yang ditakutkan oleh semua pihak," katanya ketika dikonfirmasi, Selasa (9/11/2021).

Ia menyebutkan, dirinya sendiri baru memulai usaha ini ketika awal Covid-19 muncul di Jambi. Selain itu juga dirinya sudah hampir 4 bulan tutup karena lonjakan kedua dan keputusan pemerintah yang melarang membuka kedai karena status PPKM level IV sebelumnya.

"Saat ini kami hanya bisa pasrah untuk terus berusaha jualan menjelang kemungkinan itu terjadi. Semoga saja nanti Kota Jambi bisa segera bebas dan herd immunity seperti kota lain. Jadi kami para pelaku usaha bisa kembali jualan seperti biasa," tandasnya. (am)



Artikel Rekomendasi