Koperasi Bangun Setia Merangin Berharap dapat Berkontribusi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat



Sabtu, 11 September 2021 - 16:53:01 WIB



JAMBERITA.COM- Keberadaan dan kemajuan koperasi menjadi perhatian pemerintah, karena koperasi sangat diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Koperasi juga berkembang dari nilai-nilai yang mencerminkan karakteristik bangsa Indonesia seperti gotong royong, saling membantu, tolerasi dan tanggung jawab serta lainnya. Nilai gotong royong tercermin dari penggalangan dana bersama dalam bentuk sumbangan pokok, sumbangan wajib dan sumbangan sukarela. Dana ini bisa digunakan untuk pengembangan kegiatan koperasi salah satunya simpan pinjam. Usaha simpan pinjam dalam menjadi bentuk gotong royong ekonomi rakyat dimana saling membantu untuk mengumpulkan modal usaha. Anggota yang memiliki kelebihan dana dapat meminjamkan sementara dana yang dimilikinya kepada koperasi. Koperasi dapat menyalurkannya kepada anggota koperasi yang sedang membutuhkan dana. Harapannya perekonomian seluruh masyarakat khususnya anggota koperasi bisa terbantu. 

 Nilai tolerasi dapat terwujud dari saling menghargai perbedaan. Perbedaan disini bisa dalam bentuk perbedaan pendapat saat diskusi dan rapat anggota koperasi ataupun perbedaan dari sisi suku dan ras. Koperasi yang tidak dibentuk dalam suatu kelompok organisasi daerah atau agama tertentu biasanya dapat menerima anggota dari berbagai daerah dan agama. Hal ini tentu akan dapat meningkatkan rasa saling menghargai perbedaan. Perbedaan tidak lagi untuk diperdebatkan, karena seluruh anggota menjadi satu bagian dari koperasi yang memiliki tujuan yang sama, maka perbedaan justru akan menjadi kekuatan bagi koperasi tersebut. Selain itu, koperasi juga dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, koperasi bukan hanya disebut sebagai soko guru perekonomian kita, tetapi juga wadah implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. 

 Koperasi Bangun Setia yang berlokasi di Kecamatan Rantau Panjang Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi bergerak dibidang usaha kelapa sawit. Anggota koperasi ini adalah pemilik perkebunan kelapa sawit yang bekerjasama dengan PT Sari Aditya Loka (SAL) Merangin. Koperasi ini menjadi Mitra dari PT SAL Merangin. Hasil dari perkebunan sawit anggota koperasi dikirimkan ke PT SAL Merangin. Informasi yang diperoleh dari Bendahara Koperasi Bangun Setia (Bapak Sayuti) diketahui bahwa koperasi ini terus melakuakan pengembangan usaha sesuai hasil kesepakatan dengan anggota. Salah satunya dalam bentuk simpan pinjam. 

 Tim pengabdian kepada masyarakat Pascasarjana Universitas Jambi melakukan kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan penyusunan laporan keuangan koperasi. Tim Pengabdian terdiri dari Dr. Sri Rahayu, SE,MSA,Ak,CA selaku ketua dan anggota pengabdian yaitu Dr. Yudi, SE,MSA, Salman Jumaili, SE,M.Si, Ak,CA, Rahayu, SE,M.Sc., Ak,CA, dan Muhammad Ridwan, SE,M.Sc. Kegiatan dilakukan pada awal Bulan September 2021 bertempat di Kantor Koperasi Bangun Setia Kecamatan Rantau Panjang Tabir Merangin. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengurus dan staf koperasi dalam menyusun laporan keuangan. Informasi Laporan keuangan selanjutnya dapat dijadikan sebagai salah satu dasar untuk pengambilan keputusan pengembangan usaha. Laporan keuangan juga dapat dijadikan sebagai bentuk akuntabilitas kepada anggota koperasi. 

 Ketua Koperasi pada acara pembukaan menjelaskan bahwa koperasi telah berdiri sejak tahun 2004. Saat ini memiliki empat unit usaha. Staf koperasi memiliki tugas masing-masing untuk administrasi setiap unit usaha. Prinsip dari anggota dan untuk anggota digunakan oleh koperasi ini. Anggota koperasi dibagi menjadi beberapa kelompok. Koperasi menjual hasil perkebunan sawit anggota ke PT SAL Merangin. Selisih harga jual sawit ke perusahaan ini dengan harga sawit yang dijual kepada pihak lain seperti pedagang atau pengusaha buah sawit lebih tinggi kurang lebih Rp.300,- sampai dengan Rp.400,- rupiah per kilo gram. Hal ini disebabkan karena standar harga yang digunakan oleh PT SAL Merangin adalah standar harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan. Menurut beliau, hal ini telah disepakati sejak awal kerjasama. 

 Masyarakat yang bergabung menjadi anggota koperasi ini tentu mendapatkan lebih banyak manfaat secara ekonomi. Selain harga buah sawit yang lebih tinggi dan anggota koperasi juga akan mendapatkan bagian dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi bagi yang terus aktif mendukung kegiatan kopeasi. Selain itu, anggota koperasi juga dapat memanfaatkan unit usaha simpan pinjam apabila membutuhkan dana cepat dalam batasan jumlah tertentu. Fasilitas ini apabila dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anggota tentu dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga. Akhirnya akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Inilah yang menjadi harapan dari pengurus koperasi ini. 

 Tim pengabdian Universitas Jambi menyerahkan satu unit laptop Lenovo kepada koperasi. Lap top ini diharapkan dapat digunakan koperasi untuk mendukung kegiatan administrasi keuangannya. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk diseminasi ilmu akuntansi bagi masyarakat khususnya koperasi. Pihak pengurus dan staf koperasi berharap kegiatan pengabdian tentang pengelolaan keuangan dapat dilakukan lagi pada masa mendatang.

Tim Pengabdian UNJA memberikan Pelatihan Keuangan Koperasi

Tim pengabdian kepada masyarakat Pascasarjana Universitas Jambi yang diketuai oleh Dr. Sri Rahayu, SE, MSA, Ak, CA, CIQaR, CIQnR dan beranggotakan Dr. Yudi, SE,MSA, CIQaR; Salman Jumaili, SE,M.Si, Ak, CA,; Rahayu, SE, M.Sc, Ak, CA dan Muhammad Ridwan, SE, M.Sc. telah melakukan kegiatan di Tabir Merangin Jambi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan penyusunan laporan keuangan koperasi dan pemanfaatan informasi keuangan untuk pengembangan usaha. Mitra kegiatan adalah Koperasi Bangun Setia Tabir Merangi. Kegiatan dilakukan pada awal Bulan September 2021 bertempat di Kantor Koperasi Bangun Setia Kecamatan Rantau Panjang Tabir Merangin. 

Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengurus dan staf koperasi dalam menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan selanjutnya dapat dijadikan sebagai salah satu dasar untuk pengambilan keputusan pengembangan usaha. Laporan keuangan juga dapat dijadikan sebagai bentuk akuntabilitas kepada anggota koperasi. Informasi yang diperoleh dari ketua koperasi, Koperasi Bangun Setia telah berdiri sejak tahun 2004 dan termasuk koperasi yang mampu terus bertahan dalam kondisi pandemi Covid 19 saat ini. Bahkan saat ini, Koperasi ini memiliki empat unit usaha. Staf koperasi memiliki tugas masing-masing untuk administrasi setiap unit usaha. Usaha utama koperasi adalah menjual hasil perkebunan sawit anggota ke PT Sari Aditya Loka Merangin. Menurut beliau, petani yang menjadi anggota koperasi ini mendapatkan berbagai manfaat dari bergabung dengan koperasi. Harga jual buah sawit anggota lebih tinggi kurang lebih Rp.300,- sampai dengan Rp.400,- rupiah per kilo gram dibandingkan apabila petani menjual keluar. Harga ini sepertinya memang sedikit jika dilihat per kilogram, tapi sangat berarti untuk menambah bagian hasil untuk petani, karena hasil panen buah sawit hitungannya bukanlah kilogram, kata beliau sambil tersenyum. Harga buah sawit yang lebih tinggi ini dari harga pasaran sawit pedagang lokal sudah sesuai kesepakatan awal antara koperasi dan PT Sari Aditya Loka Merangin. Harga yang digunakan adalah standar harga buah sawit yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan. 

 Selain harga jual yang lebih tinggi, anggota yang membutuhkan uang cepat dapat memanfaatkan unit usaha simpan pinjam dalam batasan jumlah tertentu. Pinjaman kepada koperasi tentu lebih ringan bagi anggota dibandingkan meminjam ke penyedia pinjaman cepat. Selain itu, anggota yang aktif juga akan mendapatkan bagian dari Sisa Hasil Usaha yang dihitung secara tahunan. Harapan dari pengurus koperasi tentu saja koperasi dapat membantu meningkatkan ekonomi anggota khususnya dan berharap akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

 Ketua tim pengadian menyebutkan bahwa Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini merupakan pelaksanaan dharma ketiga dari tiga dharma perguruan tinggi. Dharma yang lainnya yaitu dharma pertama: Pendidikan dan pengajaran serta dharma kedua: Penelitian. Beliau menambahkan bahwa setiap dosen harus melaksanakan ketiga dharma tersebut, dan dijadikan sebagai bentuk capaian kinerja yang dievaluasi setiap semester. Pihak pengurus dan staf koperasi berharap Universitas Jambi dapat melakukan kegiatan pengabdian khususnya terkait pengelolaan keuangan seperti ini pada masa mendatang sebagai bentuk pembinaan bagi koperasi. Koperasi juga mengharapkan Universitas Jambi dapat juga melakukan pembinaan bagi anggota koperasi untuk bidang lainnya seperti pertanian, perkebunan, pemasaran dan keterampilan lainnya. (*)



Artikel Rekomendasi