JAMBERITA.COM - Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi Budiyako mendesak Gubernur Jambi Al Haris segera mengambil tindakan dalam menangani pasien yang terkonfirmasi Covid-19.
"Di RSUD Raden Mattaher itu ada 18 orang antrian menunggu ventilator, sedangkan di ICU ada 9 ventilator, 2 rusak dan 7 ventilator lagi yang bisa digunakan," katanya kepada jamberita.com, Rabu (11/8/2021).
Budiyako mengkhawatirkan kondisi pasien Covid-19, bila mana tidak ada saturasi ventilatornya meningkat dan bisa saja meninggal dunia seolah menunggu kematian di ruang ICU rumah sakit pelat merah tersebut.
"Ini kita pinta pak Gubernur beli lah ventilator itu, tambah 10 lagi atau bagaimana, kalau cuma 7 biji tidak cukup," terangnya.
Informasi yang didapat Budiyako bahwa salah satu pasien Covid-19 di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi kini menunggu antrian dan pasrah. "Inilah kita minta dana Refocusing Rp500 Miliar (M) itu segera digunakan, beli lah ventilator itu," terangnya.
Sebelum nya Selasa (10/8) salah satu warga juga mengatakan bahwa Pemprov Jambi tidak siap menghadapi menghadapi pasien Covid-19. Apalagi memasuki PPKM Level 4 yang seharusnya alat dan prasarana juga harus lengkap.
"Rumah sakit rujukan utama, bhayangkara, RSUD Raden Mattaher penuh, kalau di Abdul Manap katanya ada yang kena Covid-19 jadi tutup sementara," ujarnya.
Selanjutnya, Direktur dan Wakil Pelayanan RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi ketika dikonfirmasi jamberita.com melalui telepon WhatsApp, belum bisa terhubung sehingga berita ini ditayangkan.(afm)
Beasiswa KSE UNJA Cari Mahasiswa Jujur, Bukan Cuma Pintar! 317 Peserta 'Dikuliti' di Wawancara
Keren! Tiga Srikandi FH UNJA Sukses Jinakkan Pemalsu Tenun Pakai Blockchain
Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional II, Kadiv Yankum Kanwil Jambi Siap Akselerasi Inovasi Hukum
Gubernur Jambi: ASN Lapor ke KPK, Jika Ada yang Janjikan Jabatan dan Minta Proyek
Gugatan ke Inspektorat Soal Jaringan Listrik Batang Asai Sarolangun Ditolak
Soal Pengawasan Pesta Pernikahan di Kota Jambi, Ini Kata Kasat Pol PP
