Pasca Kisruh Pelatih, Muncul Surat Minta Ketua PODSI Mundur, DPRD: Urusannya Apa, Jangan Dipolitisir



Jumat, 18 Juni 2021 - 15:16:59 WIB



JAMBERITA.COM - Pemecatan pelatih dan asisten pelatih atlet PPLP Provinsi Jambi ternyata masih berbuntut panjang. Ini karena muncul petisi agar Ketua Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PODSI) untuk mundur.

Padahal sebelumnya bahwa Plt Kadiskepora Provinsi Jambi Ronaldi menyatakan bahwa persoalan ini telah selesai sehingga pemecatan dibatalkan melainkan hanya sebatas peringatan.

Tapi pagi ini, Jum'at (18/6/2021) muncul surat pernyataan yang mengatasnamakan 12 orang atlet PON Papua meminta agar Ketua Pengprov PODSI Jambi drg Iwan Hendrawan mundur.

Anggota DPRD Provinsi Jambi Akmaluddin akhirnya juga angkat bicara dan merasa prihatin atas kisruh ini. "Kita mengikuti di media, ada Dispora memecat pelatih PPLP tanpa adanya surat peringatan,?"tuturnya.

Menurut Akmaluddin seharusnya ini bisa dibicarakan dan duduk bersama karena yang didorong ini untuk kepentingan masyarakat Provinsi Jambi bukan kepentingan pribadi.

"Nah kalau memang pelatihnya tidak punya semacam kesalahan yang fatal apalagi berprestasi kenapa harus dipecat. Buktinya kan mereka sudah mengharumkan nama baik Provinsi Jambi," terangnya.

Kecuali kata Akmaluddin pelatih tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Itu baru bisa diberikan sanksi. Tentunya diawali dengan surat peringatan terlebih dahulu yang disampaikan kepada mereka."Kita berbicara tata kelola pemerintahan dan organisasi peringatan itu harus secara tertulis, kalau nggak dari mana buktinya," terangnya.

Terlebih saat ini kata Akmaluddin dunia olahraga tengah bersiap-siap menghadapi PON Papua, jadi kenapa baru sekarang Pelatih dan Asisten PPLP itu dipecat. "Kenapa nggak sebelum-sebelum ini gitu lho, ya kan, jadi kita berbicara kepentingan Jambi lah, bagaimana dayung ini bisa mengharumkan nama Jambi," ungkapnya.

Jadi kata Akmaluddin, bukan masalah pecat memecat. Apalagi kemarin sudah diselesaikan seharusnya ya sudah selesai, jangan sudah diselesaikan tapi muncul kembali."Kenapa harus di buat heboh, semestinya tidak perlu dibuat heboh, biarkan atlet berlatih dengan baik, pelatih yang melatih atlet itu, mempersiapkan diri menghadapi PON sehingga bisa membawa hasil yang baik untuk Provinsi Jambi," bebernya.

Untuk itu dirinya Akmaluddin meminta agar persoalan ini diselesaikan bukan merasa adu kuat."Kalau nggak duduk bersama ya merasa ada ego, kemarin katanya sudah selesai, kenapa muncul lagi, atlet .?Kenapa seolah-olah atlet diadu dengan PODSI sebagai organisasi induk nya, kalau memang atlet nya terkait Ketua PODSI misal, tidak mundur segala macam persoalannya apa," tanyanya.

"Ya kan, kalau atlet ya berlatih lah dengan baik, persiapkan diri ke PON. Kalau atlet nya tidak mau ikut PON buat surat pengunduran diri, tidak usah ikut Pelatnas, ya kan. Jangan berpolitik dalam urusan prestasi, jangan dipolitisasi," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi