JAMBERITA.COM - Dugaan penjualan daging babi ke sejumlah warga di Perumahan Bougenville terbukti. Ini berdasarkan hasil pengujian yang dikirimkan Dinas Peternakan Sumatera Barat yang sudah diterima di Pemkot Jambi.
Dimana sebelumnya, ada penjualan daging dengan harga Rp100 ribu jelang lebaran beberapa waktu lalu. Beberapa warga curiga daging tersebut bukan daging sapi.
Walikota Jambi pun menyesalkan penjualan daging babi berkedok daging sapi. Fasha menyebutkan, daging babi tersebut dipesan 30 Kepala Keluarga di Perumahan Bougenville. Di mana sebagian warga tidak mengetahui, bahwa daging yang dipesan pihaknya adalah daging babi.
"Itukan daging haram untuk umat muslim. Apalagi dijual saat idul fitri kemarin. Ini sudah menjadi atensi kami dan meminta Kadis Pertanian berkoordinasi dengan Kepolisian," jelas Fasha. Rabu, (9/6/2021)
"Jika ini tidak ditindak lanjuti, tentu akan berefek ke kelompok-kelompok lainnya," lanjutnya.
Selanjutnya, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Raden Erwansyah menjelaskan bahwa daging babi tersebut tidak dijual di pasar melainkan dipesan warga dari tetangganya sendiri.
"Warga lain pun mau, karena harganya 100 ribu. Pas lebaran diantar. Sebagian sudah ada yang dimasak, sementara warga yang ragu menyimpannya di dalam kulkas," ujarnya.
Erwansyah tidak berkomentar banyak, dirinya menerangkan bahwa kasus ini tengah diselidiki oleh Polresta Jambi.
"Kita juga sudah kirim sample ke Dinas Peternakan di Sumbar, dan hasilnya memang daging babi. Kita sudah koordinasi dengan Satreskrim Polresta Jambi untuk menindak lanjutinya," pungkasnya. (sap)
SAH Kawal Percepatan Tol Betung–Tempino–Jambi, Wujud Dukungan PTPN I terhadap Program Prioritas Pres
Menembus Keterbatasan, Merawat Integritas: Kisah Inspiratif Prof. Zarkasi Raih Puncak Akademik UNJA
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!
Anggota DPRD, Tubagus : Jangan Takut Divaksin Untuk Kekebalan Tubuh
Dua Saksi Kembali Diperiksa Terkait Kasus IUP Bata Bara di Sarolangun
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!



