JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) menilai kurikulum dan sistem pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Indonesia harus sesuai dengan kebutuhan kerja (link and match).
Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra itu sampai saat ini lulusan pelatihan BLK belum menjadi jaminan bisa memasuki pasar kerja dan dunia industri.
“Tidak terserapnya alumnus dari pelatihan BLK antara lain karena tidak sesuainya kemampuan lulusan dengan kebutuhan pasar kerja," ungkap Doktor Ilmu Ekonomi tersebut saat mengikuti Rapat Kerja Komisi IX DPR secara virtual dengan Kementerian Ketenagakerjaan (24/5) di Jambi kemarin.
Menurut Bapak Beasiswa Jambi ini setiap tahun terjadi peningkatan pengangguran lulusan pendidikan tinggi ataupun mereka yang sudah mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), pasalnya, lulusan PT atau BLK belum didukung dengan kemampuan atau kompetensi untuk masuk ke pasar kerja.
Oleh karena itu, SAH mengatakan, langkah kongkrit yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan adalah menyesuaikan program pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar.
"Konsekuensinya adalah kurikulum dan proses belajar mengajar dirancang dan didesain sesuai dengan kondisi riil sosial masyarakat saat ini. Konsekuensi dari penggunaan teknologi dalam bekerja, pola kerja atau cara melakukan suatu pekerja di seluruh dunia, cenderung sama untuk satu jabatan," tandas SAH.(*/sm)
Hari Kesaktian Pancasila, SAH Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila
Universitas Baiturrahim Tebar Keberkahan: 6 Hewan Kurban Jadi Simbol Kepedulian di Iduladha 1447 H
Kekeluargaan & Keteladanan : Saat Prof Helmi Maknai Nilai Kurban dalam Kehidupan Sehari-hari
Ajukan Pledoi di Sidang, Ini Pembelaan yang Disampaikan Iday
Guna Mengukur Kemampuan Fisik, Prajurit Korem 042/Gapu Laksanakan Kesemaptaan Jasmani
BPJS Klaim Lapor ke Bareskrim Polri Soal Kasus Penawaran Data di Forum Online
Siapkan Akreditasi Unggul, FKIP UNJA Gelar Workshop Penjaminan Mutu



