Geng Motor Kembali Berulah di Kawasan Pasir Putih Jambi, Dua Korban Koma



Senin, 10 Mei 2021 - 13:20:18 WIB



JAMBERITA.COM - Aksi Geng Motor kembali terjadi di wilayah Hukum Polresta Jambi. Kali ini terjadi di kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi. Kejadiannya terjadi pada 2 Mei 2021 lalu.

Kapolsek Jambi Selatan AKP Alfian mengatakan, geng motor tersebut ada perselisihan dengan warga tangkit, beberapa waktu lalu. 

AKP Alfian menjelaskan, korban geng motor itu masih bersaudara, mereka berdua keluar rumah untuk persiapan cari makan persiapan sahur. 

"Tepat di depan Wifi Corner Pasir Putih, nongkrong disitu berencana mencari makanan" kata Kapolsek, Senin (10/5/2021).

Dirinya menjelaskan, tidak berselang lama saat korban nongkrong di Wifi Corner Pasir Putih, tiba-tiba datang sekitar 10 orang geng motor membawa Senjata Tajam (Sajam) langsung membacok kedua korban tanpa alasan yang jelas.

"Dikiranya Amrizal dan Firman ini adalah warga tangkit yang ribut-ribut dengan warga pasir putih beberapa waktu lalu. "Pelaku ini salah sasaran," jelasnya 

Dijelaskannya, akibat kejadian tersebut kedua korban hingga saat ini belum sadarkan diri di RS Raden Mattaher. "Korban sampai saat ini masih belum bisa dimintain keterangan, masih mengalami koma di Rumah sakit rencananya kedua korban akan dilakukan operasi," terangnya.

Kedua tersangka yang berhasil diamankan yakni berinisial yakni KF (16) dan LO (18) mereka masih pelajar di salah satu sekolah di Kota Jambi. "Ada 10 orang yang dijadikan tersangka, cuman hanya dua yang menjadi tersangka utama, untuk yang kedelapan lainnya untuk sementara masih kami jadikan saksi," tegasnya 

Untuk senjata yang digunakan para pelaku, ada yang sudah dipersiapkan dari rumah dan disimpan dalam jok motor dan ada juga yang pulang mengambil senjata itu. "Dua orang yang diamankan ini yang menjadi Eksekutor," tutupnya.

Sementara itu, tersangka KF mengaku menyesal atas perbuatannya. Dirinya mengatakan perselisihan tersebut berawal dari Topi milik warga tangkit yang terjatuh di depan Taman Rimba Jambi.

"Ditaman rimba, topi orang tangkit jatuh, rombongan kami ambil, kami kasih ke orang tu tapi kami diancam mau ditujah. Kami lari semuanya. Habis kejadian itu, kami balek ambil parang," bebernya.(*/afm)





Artikel Rekomendasi