Walikota Jambi Menjadi Narasumber Satgas Nasional Bahas Penanganan Covid-19 Di Kota Jambi



Senin, 10 Mei 2021 - 11:09:26 WIB



JAMBERITA.COM - Walikota Jambi Syarif Fasha menjadi narasumber oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional membahas terkait penanganan Covid-19 di Kota Jambi. Acara tersebut dilakukan secara virtual di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Minggu, (10/5/2021).

Fasha menjadi narasumber bersama narasumber lainnya, seperti Sekjen Kementerian Perhubungan RI, Dirjen Imigrasi RI, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Dewan Masjid Indonesia, MUI Pusat, Asisten Operasi TNI-Polri dan Provinsi DIY.

Dalam paparannya Fasha menjelaskan dua tahapan yang dilakukan Pemkot Jambi dalam penanganan Covid-19 di Kota Jambi. Tindakan pencegahan dan pengendalian yang dilakukan jauh sebelum Provinsi Jambi dinyatakan PPKM.

"Satgas Kota Jambi sudah melakukan, yang namanya PPKM ala Satgas Kota Jambi. Seperti pengetatan di pintu masuk kota, akses jam malam, jumlah kehadiran di suatu tempat, pendisiplinan pemakaian masker dan denda adminitasi sudah dilakukan hari sebelum adanya PPKM," ungkap Fasha.

Selain itu, Fasha juga menjelaskan tentang cara pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Jambi. Hal ini menjadi best practice, sebab Pemkot Jambi mampu menjadikan salah satu kawasan zona merah menjadi zona kuning.

"Bagaimana kami kawasan zona merah hanya dalam 2 minggu. Kami lakukan dan mengendalikannya. Alhasil minggu ketiga, RT 04 Kelurahan Payo Selincah sudah jadi zona kuning," jelasnya.

Untuk diketahui saat ini dari 11 rumah kini tinggal 3 rumah yang penghuninya masih terkonfirmasi Covid-19.

Kami menelusuri dan melacak pasien2 dan keluarga yang terdampak. Tim pengatur dari puksemas, TNI-Polri sudah turun. Setelah ditetapkan zona merah, kami tutup semua fasiltias umum dan penyekatan keluar masuk warga. Kami memberikan juga petunjuk isolasi mandiri. Kami memberikan juga obat- obatan terhadap warga yang terkena covid dan sembako, "jelasnya.

Selain itu, tim kesehatan yang hadir di sana memastikan warga yang terpapar Covid-19 untuk berjemur dan melakukan aktivitas lain. Setelah 7 hari, warga akan diambil swab kedua.

"Setelah keluar hasil, jika sudah ada yang engatif akan kami pisahkan. Alhamdulillah saat ini zona merah sudah dicabut. Fasilitas umum yang sempat ditutup, sudah kami buka kemabli. Termasuk masjid, warga sudah bisa melaksanakan salat di masjid-masjid," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB RI yang juga sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo, memberikan penerapan atas penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jambi yang berhasil kinerjanya.

Salah satu contoh, Satgas Kota Jambi berhasil salah satu RT yang terkonfirmasi Covid-19 bisa dengan cepat.

"Model yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Jambi atau Satgas provinsi dalam penanganan kasus korona di satu wilayah bisa menjadi contoh pengelolaan dengan motode kearifan lokal dalam menanggani kasus Covid-19 agar tidak menyebar luas ke daerah lainnya," sebut Doni Monardo, Jumat (7) / 5) kemarin.

Kata dia, penanganan Covid-19 di Kota Jambi, bisa menjadi model atau contoh bagi daerah atau provinsi lainnya di Indonesia dalam penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. Maka dari itu, BNPB mengapresiasi tugas Satgas Kota Jambi dan Provinsi Jambi yang dengan cepat tanggap menanganinya.

Doni Monardo yang menyempatkan diri melihat area penanganan zona merah di RT 04, Kelurahan Payo Selincah, Kota Jambi, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jambi. (*/sap)





Artikel Rekomendasi