MERANGIN - Mamantai kerbau Dusun Muho Danau Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir, Merangin habiskan Rp1,4 Miliar.
Terpantau awak media dilokasi bantai tampak kerbau diikat sebelum disembelih di tanah adat itu.
Untuk mendapatkan daging segar pun tergolong sulit jika tidak masuk buku ( Daftar Kelompok), di ranah Mamantai.
Hal itu diungkapkan Tokoh Masyarakat Rantau Panjang Tabir Fuadi yang cukup vokal ini.
Ia mengatakan adat Mamantai ini cukuplah sakral bagi masyarakat setempat.
"Mamantai kerbau di rantau panjang Tabir menghabiskan dana berkisar Rp 1,4 Miliar dari daging 10 ton, " ungkap Fuadi Sabtu (10/4/2021).
Menurut Fuadi, Mamantai kerbau Rantau Panjang selama ini sangat dinantikan masyarakat. Karena sebelumnya sempat terhenti dari wabah covid-19.
"Untuk panitia tidak digunakan tahun ini, Mamantai kerbau juga adalah inisiatif masyarakat setempat, mengingat adanya kejadian aneh yang dipercayakan masyarakat setempat, " jelas Fuadi. (oli)
Paripurna Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat, Pemerintah Pusat dan Daerah perkuat Sinergi
Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat Gelar Syukuran Hadirkan 70 Stan UMKM
Buka Rakor Teknis Pembangunan Perkebunan, Fadhil Arief Ajak Kelola Kebun Secara Profesional
Dari Kampus hingga Produk Unggulan Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Konsultasikan Penguatan Kerja Sama



