JAMBERITA.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia sebelumnya memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 88 TPS yang ada di 5 wilayah. PSU ini dari awal berpotensi akan menimbulkan masalah pada saat hari pemungutan.
Banyak faktor yang membuat PSU ini akan memunculkan masalah yang sebenarnya sudah dapat terindentifikasi. Salah satunya adalah mengenai potensi intervensi kepala daerah. Setidaknya potensi ini paling memastikan akan muncul.
Muaro Jambi saat ini dipimpin oleh Masnah Busro yang notabene adalah Ketua PAN Muaro Jambi serta Bambang Bayu Suseno yang juga saat ini masih kader PAN. Batanghari dipimpin oleh Mhd. Fadhil Arief dan Bakhtiar yang saat ini masih belum bergabung dengan partai politik.
Tanjung Jabung Timur dipimpin oleh Romi Haryanto yang tidak lagi berpartai serta Robby Nahliyansah yang saat ini sebagai Ketua PAN Tanjung Jabung Timur. Kerinci dipimpin oleh Adirozal yang merupakan kader PAN serta Wakil Bupati Ami Taher yang merupakan kader PPP. Terakhir Kota Sungai Penuh yang dipimpin Asafri Jaya Bakri yang berstatus kader Demokrat Serta Zulhelmi yang tidak tergabung dengan partai apapun.
5 kepala daerah ini memiliki kedekatan masing-masing kepada para kandidat yang bertarung pada Pilgub Jambi. Kali ini, memang yang terlihat jelas bertarung dalam PSU adalah pasangan Cek Endra - Ratu Munawaroh dan pasangan Al Haris - Abdullah Sani. Siapa yang diuntungkan dengan kondisi ini?
Pengamat Politik Dori Efendi mengatakan, kepala daerah di kawasan PSU ini rata-rata berasal dari PAN. Sisanya adalah non partai dan partai lain yang berkemungkinan juga sudah cenderung ke salah satu calon. Melihat kemungkinan intervensi dalam PSU ini sangat mungkin terjadi.
"Tetapi secara pribadi saya melihat hal itu tidaklah berefek secara signifikan terhadap kandidat. Karena kondisi PSU ini sangat berbeda dengan pemilihan pada 9 Desember lalu," katanya kepada Jamberita.com.
Ia mengatakan, kondisi itu tidak terlalu signifikan karena semua mata tertuju ke PSU, ditambah lagi PSU juga lumayan sedikit. Malahan untuk saat ini, peran tim sukses yang memang lebih dibutuhkan untuk memastikan masyarakat memilih kandidat mereka.
"Tinggal bagaimana tim sukses mengajak masyarakat pada hari pemilihan. Dengan memastikan masyarakat datang ke TPS dan memilih kandidat yang diusung malah lebih berdampak sangat besar kepada kandidat," tuturnya. (am)
Pastikan Legalitas Tata Kelola BLUD, Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Ranperbup Merangin
Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN
IW ke Kader Golkar Muaro Jambi Siap Menangkan Kandidat Gubernur hingga Capres di 2024
Muscam Golkar Jaluko Muaro Jambi Sempat Alot, Akhirnya Mufakat Samsuardi Jadi Ketua


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


