OPINI: Mengembangkan Potensi Anak Agar Tidak Merasa Bosan Dimasa Pandemi



Sabtu, 06 Maret 2021 - 17:28:30 WIB



Oleh: Dicky AY Simarmata *

 

 

Mengembangkan potensi anak memenglah cukup penting, karena seperti yang kita ketahui tidak ada anak yang tidak memiliki potensi, dan setiap anak pasti memiliki potensi yang berbeda-beda meskipun anak tersebut bersaudara kembar. Potensi itu sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesanggupan atau kemampuan besar manusia, kemampuan untuk lebih berkembang mencapai tujuan.

Pada masa pandemi ini saat ini anak-anak lebih disarankan untuk belajar dirumah. Hal ini, membuat orang tua menjadi guru bagi anak-anaknya. Maka itu, peran orang tua sangatlah penting bagi anak, orang tua harus membagi waktu dengan baik karena, dimasa pandemi ini anak-anak juga butuh beradaptasi dengan lingkungan, dan perhatian yang khusus dari orang tua sangat dibutuhkan oleh anak.

Pada saat anak belajar dirumah kebanyakan orang tua merasa bingung, karena tidak semua orang tua paham tentang materi dan cara penggunaan internet. Karena, sebelum masa pandemi ini guru yang lebih berperan penting dalam proses belajar anak. Nah, pada saat ini menjadi kebalikannya dimana orang tua lah yang berperan penting membimbing anaknya selama DARING atau pembelajaran online.

Kebanyakan orang tua tidak mempunyai kesabaran kepada anaknya. Ada juga orang tua yang mudah emosian atau sensitive kepada anaknya sehingga si anak menjadi korban kekerasan. Tujuan menyekolahkan anak adalah untuk mencerdaskan dan memfasilitasi mereka dengan baik, sehingga mereka dapat belajar dengan baik dan tenang.

Salah satu hal yang paling penting dalam pengembangan potensi anak adalah dengan bakat yang mereka miliki, mereka harus mampu menguasai bakat yang mereka miliki, maka peran orang terdekat sangat lah penting untuk memotivasi dan mendorong anak untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya agar terus maju dan pantang menyerah.

Pastinya pada saat dirumah orang tua selalu memberikan motivasi kepada anak-anaknya agar selalu semangat dalam belajar. Terkadang juga orang tua selalu khawatir dengan keadaan saat ini yang membuat anak menjadi tidak tertarik dengan apa yang diberikan oleh gurunya. Ada juga orang tua tidak memperdulikan kebosanan anak nya, dan memerintah kan anak nya untuk terus belajar dan belajar. Hal ini membuat anak menjadi merasa bosan, karena sebelum masa pandemi ini kebanyakan anak menghabiskan waktunya bersama dengan teman-temannya, yang menyebabkan anak tidak merasa bosan lagi.

Kebosanan itu dibagi menjadi dua bagian yaitu, “INTERNAL dan EKSTERNAL” secara internal tingkat kebosanan itu terjadi karena mereka terjebak dalam kondisi yang kurang, baik konsentrasi maupun motivasi. Sedangkan eksternal terjadi ketika mereka merasa kesepian atau kesendirian didalam lingkungan tersebut.

Ketika anak menunjukkan tanda bahwa mereka sedang jenuh dalam aktivitas kesehariaannya, maka anak tersebut sedang merasa bosan. Dengan hal ini, orang tua harus memberikan sedikit waktu untuk bermain agar pikiran mereka kembali fresh. Jika orang tua tidak memberikan sedikit waktu merefreshkan pikiran mereka anak akan merasa tertekan akibat belajar terus-menerus.

Maka dengan hal tersebut, orang tua harus memberikan arahan mengolah waktu bermain, mengerjakan tugas dan belajar. Agar anak semangat dan tidak merasa bosan dalam proses belajarnya. Jika para orang tua ingin melihat respon anak dengan baik, maka sering-sering lah berkomunikasi, seperti menanyakan bagaimana belajar nya hari ini apakah menyenangkan dan sebagainya. Dan jangan lupa orang tua harus memberikan arahan kepada anak agar selalu mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi ini. (*)

 

 

Penulis adalah: Mahasiswa PBSI Universitas Jambi *



Artikel Rekomendasi