JAMBERITA.COM - Tim gabungan Polda Jambi TNI/Polri dan jajaran sepertinya tidak main-main terus melakukan upaya persuasif dalam mencegah rusaknya lingkungan dampak dari Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sarolangun.
Pasalnya, setelah 13 alat berat excavator di Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun Sarolangun, kini (8/2/2021) menyusul lagi sebanyak 34 alat berat kembali digiring oleh Tim Gabungan Polda Jambi keluar dari lokasi PETI.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto mengakui, keluarnya alat berat merupakan hasil dari kesepakatan antara pihak kepolisian dengan masyarakat Kecamatan Limun, Pemilik dan penanggung jawab alat berat yang bekerja di lokasi PETI Hutan APL.
"Kemarin, di Loby Hotel Golden telah dilaksanakan penggalangan antara pemilik alat dengan Kasubdit Ekonomi Ditintelkam Polda Jambi Akbp Andi M. Ichsan dan Kasat Intelkam Polres Sarolangun Iptu Jabidi, beserta anggota," katanya, Senin (8/2/2021).
Menurut Kombes Pol Mulia, adapun rencana pengeluaran alat berat yang semula akan dikeluarkan hari ini, Minggu (7/2/2021), kemudian menjadi hari Senin (8/2/2021). "Karena alat berat kurang lebih 10 Unit dilokasi PETI Hutan APL bisa sampai diluar Desa Lubuk Bedorong pada hari tersebut, dikarenakan butuh 2 hari untuk keluar dari lokasi," terangnya.
Rencananya semula Alat Berat yang akan keluar dari 2 lokasi yaitu di lokasi Sepanjang Aliran Batang Limun dan Hutan APL, dimana para pemilik alat berat yang beraktivitas PETI disepanjang aliran sungai Batang Limun sebanyak kurang lebih 24 unit tidak mau keluar dari lokasi dan alat berat yang beraktivitas PETI dihutan APL sebanyak kurang lebih 10 Unit tidak keluar juga dari lokasi.
"Kesepakatan yang dicapai adalah semua Alat berat yang beraktivitas PETI diwilayah Desa Lubuk Bedorong (Sepanjang Aliran sungai Batang Limun dan Hutan APL) sebanyak kurang lebih 34 unit akan keluar dari lokasi, pada Senin (8/2/2021) alat berat sudah berada di Dusun Merukam, Desa Panca Karya Kec. Limun Kab. Sarolangun," tegasnya.
Ditambahkan Alumni Akpol 1997 ini, kemarin minggu (7/2/2021) alat sudah keluar 23 dari sungai batang limun dan sekarang sudah berada dirumah masing2 warga.“Hari ini keluar 11 unit dari lokasi hutan Lubuk Bedorong bagian tengah dikarenakan Karena faktor cuaca yang mengakibatkan Air sungai tinggi sehingga tidak dapat diseberangi oleh Alat Berat,” pungkasnya.(*/afm)
Danrem 042/Gapu Terjun Langsung Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Desa Air Merah
Sidang Tirta Mayang : Beda dengan Laporan BPKP, Keuangan PDAM Justru Diganjar Predikat SEHAT
Tekankan Sinergi DPRD dan Pemkab, Rapat Paripurna Nota Pengantar Perubahan KUA-PPAS 2026 Mulus
PT Kubera Ingkar Janji, Warga Ancam Blokir Jalan Masuk Perumahan
Selipkan Plastik Berisi Sabu Dalam Bra, Wanita Ini Diamankan Polres Tanjab Barat
Shalat Jum'at Perdana di Masjid Syaikh Utsman, Safrial Ajak Makmurkan Masjid
Lelang Serentak Kejaksaan di Jambi Laris Manis, Seluruh Barang Kejari Jambi dan Tebo Terjual



