Kapolda Jambi Punya Mimpi Soal Kerinci dan Sungai Penuh, Ini Ceritanya ke Wako AJB



Jumat, 08 Januari 2021 - 16:26:07 WIB



JAMBERITA.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengklaim, kurang lebih dua bulan menjabat telah empat kali melakukan kunjungan kerja ke Kerinci sekaligus memantau situasi Kamtibmas di wilayah Kota Sungai Penuh.

Itu disampaikan Kapolda Jambi saat menggelar silaturahmi dengan Walikota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bakri (AJB) dan Wakil Walikota Sungai Penuh Zulhelmi, Jum'at (8/1/2021) siang.

"Tadi pak kami sudah memperkenalkan pejabat yang mendampingi kami, kami sudah berapa kali datang ke Sungai Penuh, belum lagi dua bulan kami sudah 4 kali kesini," ujarnya sembari tersenyum.

Bukan tanpa alasan, orang nomor satu di Polda Jambi itu datang mengunjungi Kerinci dan Kota Sungai Penuh tentunya dalam menjalankan tugas dan menjaga keamanan, mulai dari Pasca keributan antara Desa Sumerap dan Muak berujung damai, dan pengamanan Pilkada 2020.

"Pilkada yang belum tuntas, sebagaimana disampaikan pak Walikota, apapun keputusan ada konseskuennya. Sungai Penuh dan Kerinci ini sudah ada Pak Dandim dan Kapolres tapi kami tidak bisa bekerja sendiri untuk membina keamanan ini," tuturnya.

Irjen Pol A Rachmad Wibowo juga menjelaskan, terkait dengan paparan Walikota AJB bahwa Sungai Penuh di sektor ekonomi sudah maju karena sebagian masyarakat berdagang sehingga bisa menjadi PAD.

"Tentu ini akan terhambat apabila terjadi konflik, kota yang indah ini, view nya betul-betul indah, ini berkat pembangunan pak wako selama kurang lebih 10 tahun menjabat," terangnya.

Untuk itu Irjen Pol A Rachmad Wibowo menekankan agar semua elemen masyarakat untuk bersama menjaga situasi yang aman, nyaman dan damai sehingga semua dapat berjalan dengan mulus."Itu harapan kami semua berjalan dengan mulus, dan masyarakat tidak kita beri dengan berita-berita yang membuat mereka resah," terangnya.

Mengenai Pilkada yang belum adanya keputusan karena adanya gugatan ke MK, Kapolda menyampaikan agar semua masyarakat mulai dari Paslon dan Timses dapat menahan diri, dan apapun nantinya keputusan itu lah hasilnya yang harus diterima.

"Mungkin 23 Maret saya datang lagi, jadi bukan karena kota ini rawan pak, tapi karena ini indah," ujarnya.

Selain itu, Kapolda Jambi juga menceritakan suka duka TNI/Polri dalam menjalankan tugas, mulai dari meredam kerusuhan di Kerinci, mengawal Pilkada yang aman dan damai, sampai dengan adanya personel Brimob yang dari Sumsel hendak bertugas ke Sungai Penuh mengalami kecelakaan.

"Tentu ini mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk keamanan Kerinci dan Sungai Penuh ini, mulai dari bentrok muak dan sumerep, pengamanan pilkada sampai dengan melakukan patroli skala besar dengan cukup menghabiskan waktu yang banyak tenaga dan fikiran," tuturnya.

Dimana sesudah Pilkada, BKO Sat Brimob Sumsel yang hendak melakukan pengamanan di Sungai Penuh mengalami kecelakaan sehingga beberapa personel mengalami luka-luka sampai dengan dilakukan penanganan medis di rumah sakit.

"Untung dokter bapak, cekatan langsung di tangani, termasuk dokkes dari Polda. Begitu lah pak suka duka bagaimana TNI/Polri dalam pengamanan pilkada, meninggalkan anak istri, kemudian mereka dari Sumsel, setelah dari Jambi langsung untuk ke Jakarta jadi bukan mudah," ungkapnya.

"Ini semua kami lakukan dengan ihklas pak, kami tidak cengeng, kami harap 23 Maret 2021, apapun situasinya harus menjadi nyaman dan kita jadikan Kerinci Sungai Penuh ini objek wisata premium, itu mimpi kami pak walikota, agar Jambi ini aman dan kondusif," jelasnya.

Sebelumnya, se-tiba di Kantor Walikota Sungai Penuh Kapolda Jambi bersama Para Pejabat Utama Polda Jambi dan Polres jajaran langsung disambut oleh AJB dan wakilnya sampai dengan di jamu makan siang bersama.(afm)





Artikel Rekomendasi