JAMBERITA.COM - Walikota Jambi Syarif Fasha menghadiri uji coba penggunaan TPA baru dengan sistem Sanitary Landfill bantuan KFW Jerman hari ini Selasa (1/12/2020).
Fasha menjelaskan bahwa Kota Jambi bersama dengan 3 daerah lainnya mendapatkan bantuan dari Jerman sebesar 13,4 juta euro atau setara dengan 250 milliar rupiah.
Dirinya mengatakan bahwa TPA dengan sistem Sanitary Landfill ini rencananya akan dibangun sebanyak 3 sel dengan daya tampung sampah sebesar 613.000 kubik per selnya.
"Kita sudah siapkan lahan untuk 3 sel, tapi saat ini pemerintah baru membangun satu sel. Satu sel ini untuk menampung sampah 613.000 kubik. Jadi mudah - mudahan bisa bertahan 15 sampai 20 tahun kedepan," ujarnya. Selasa, (1/12/2020).
Fasha menjelaskan bahwa hasil dari pengolahan sampah ini berbentuk komposter dan gas yang dibagikan kepada 50 rumah tangga.
Selanjutnya, Fasha menjelaskan bahwa idealnya di Kota Jambi harus memiliki 200 bank sampah yang digunakan untuk proses pengolahan sampah. Dirinya menargetkan pada 2025 mendatang 30 persen sampah sudah diolah di tempat sumber.
"Ada 78 bank sampah ideal yaitu ada 200 bank sampah. Kedepan nanti bagaimana mengurangi yang dibawa ke sini minimal 30 persen nanti. Jadi targetnya 2025 nanti 30 persen sudah diolah di tempat sumber," pungkasnya.
Setiap harinya, masyarakat Kota Jambi menghasilkan lebih kurang 650 kubik sampah atau sekitar 500 ton sampah per hari. Sedangkan untuk TPA sendiri hampir memasuki ambang batas.(Sap)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Sinergitas TNI/Polri Sambut Pilkada 2020, Polda Jambi sambangi Beberapa Koramil
300 Lebih KPPS Se-Kota Jambi Reaktif, Rahim : Kami Akan Koordinasi Dengan Dinas Kesehatan


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



