JAMBERITA.COM-Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Ketenagakerjaan Sutan Adil Hendra (SAH) terus mendorong Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk melakukan sosialisasi penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini, sosialisasi penting untuk keselamatan para pahlawan devisa ketika bekerja di Luar Negeri. Pernyataan ini disampaikan ketika melakukan sosialisasi penempatan dan perlindungan pekerja migran (25/10) di Hotel Grand Jambi kemarin.
Dalam paparannya, Anggota DPR yang dijuluki Bapak Beasiswa Jambi itu mengatakan supaya masyarakat berfikir lebih dulu jika ingin bekerja ke luar negeri. Namun, jika tetap ingin bekerja di luar negeri maka silahkan melalui pemerintah bukan lewat calo.
"Hal itu agar terhindar permasalahan di kemudian hari. Silahkan datang kekantor BP2MI terdekat untuk lebih paham syarat untuk bekerja ke luar negeri," jelas Doktor Ilmu Ekonomi tersebut.
Disampaikannya, BP2MI sebelumnya bernama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). BP2MI adalah sebuah lembaga Pemerintah Non Departemen di Indonesia yang mempunyai fungsi pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
"Orang Jambi itu yang masyaraktnya menjadi PMI di Luar Negeri, baik sebagai pekerja di rumah tangga dan sektor Industri dan jasa diurusi oleh BP2MI, tentang penempatan dan perlindungan mereka di negara tempat mereka bekerja," imbuhnya.
Pihaknya berharap agar Tenaga yang jadi PMI diharapkan memiliki skill yang kompeten, seperti contoh keahlian di perawat atau pembantu perawat itu berarti punya skill namun syaratnya sangat ketat.
Dalam hal ini SAH mengatakan bahwa para pekerja di luar negeri merupakan Pahlawan Devisa bagi negara. Hal itu karena mereka kerap mengirimkan pendapatannya ke kampung halaman mereka. Sehingga, ujarnya, para pekerja devisa ini harus mendapatkan perlindungan dan penempatan yang jelas.
"Perusahaan penyalur tenaga kerja itu seharusnya memiliki izin untuk perekrutan dan penempatan pekerja migran. Maka, otomatis akan terdeteksi dalam sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri milik BP2MI," jelasnya
SAH, panggilan akrabnya, menambahkan bahwa banyak problem tentang persoalan PMI, sudah saatnya kita mencegah trafficking dan kekerasan terhadap tenaga kerja.(*/SM)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Unja Terima Hibah Tanah 3,6 Ha Untuk Perluasan Kampus Unja di Batanghari
Dukung Program Pemerintah, BRI KC Abunjani dan Jambi Sutomo Distribusikan Ribuan Bansos
39 Orang Positif Covid-19, Riwayat Screening KPPS Bertambah Lagi 7 Orang


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



