Melihat Perjuangan Anja, Nekat Buka Angkringan Saat Corona Meninggi



Jumat, 23 Oktober 2020 - 18:23:36 WIB



JAMBERITA.COM - Pandemi Covid-19 menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Hal ini karena mewabahnya virus ini berefek kepada semua lini, termasuk ekonomi. Banyak pekerja yang akhirnya di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), usaha yang dibangun bangkrut baik kelas mikro hingga makro.

Seharusnya, dengan kondisi ini membuat seseorang berpikir ulang untuk memulai usaha terutama dibidang kuliner. Selagi wabah ini belum berakhir, maka peluang bangkrut masih akan menghantui. Ditambah lagi aturan yang mengharuskan para usaha untuk tutup pada pukul 21.00 WIB.

Aturan ini memang membuat para penjual kaki lima termasuk penjual makanan menjerit. Karena terkadang para pedagang ini baru dapatkan pemasukan diatas pukul 21.00 WIB. Akan tetapi karena itu semua aturan, para pedagang ini mau tidak mau harus menjalankan.

Jika tidak dihiraukan, maka bersiap untuk dibubarkan hingga disegel. Kondisi seperti ini yang menjadi momok mengerikan bagi pedagang. Hanya saja, itu semua tidak berlaku bagi Anja. Pemuda ini tergolong nekat membuka usaha ditengah kondisi Covid-19 yang sedang meninggi. Jambi sendiri sudah hampir menyentuh angka 1000 orang yang terkonfirmasi.

Ketika penulis datang ke angkringan, terlihat memang seperti biasa jualan yang ada seperti angkringan yang lain. Suasana disana juga terlihat hanya ada beberapa orang saja yang berbelanja disana. Penulis sendiri juga ikut mencoba mencicipi makanan serta minuman yang disajikan.
Dengan ramah, pemilik angkringan ini melayani siapapun konsumen yang datang.

"Alasan buka angkringan ditengah pandemi ini sebenarnya hanya faktor tempat. Dari awal sebenarnya sudah ingin buka, akan tetapi tempat baru dapat ketika pandemi berlangsung. Jadi mau tidak mau harus dilakukan," katanya, Senin (19/10/2020) malam.

Pria berperawakan gempal ini menjelaskan dirinya pada awalnya tidak yakin akan ramai dan bisa diketahui oleh masyarakat karena nekat buka ditengah pandemi. Tetapi memang sebuah kesabaran dan terus melakukan promosi, akhirnya lumayan ada konsumen yang datang ke angkringan.

"Untuk kami yang baru pemula buka ditengah kondisi pandemi ini, hasilnya lumayan. Memang benar-benar diluar ekspektasi yang kami perkirakan. Memang tidak setiap hari penjualan kami bagus seperti diawal, namun masih bisa untuk tetap terus buka angkringan," ujarnya.

Dirinya juga tidak menampik pernah didatangi oleh tim patroli yang memastikan seluruh kedai atau apapun itu tutup pada waktu yang sudah ditetapkan. Hanya saja saat itu, dirinya hanya diingatkan untuk memenuhi standar protokol kesehatan. Hal ini juga sudah dilakukan dan terus mengingatkan kepada konsumen yang datang agar terus menggunakan masker.

"Harapannya memang pandemi ini segera berakhir. Karena kondisi ini memang sangat menyulitkan bagi kami para pelaku usaha kecil yang buka saat malam hari," tandasnya sembari meninggalkan penulis karena ada konsumen yang datang. (am)





Artikel Rekomendasi