JAMBERITA.COM- Di Masa Pandemi Covid-19, ada banyak perubahan kebijakan yang dilakukan rumah sakit sebagai bentuk protocol kesehatan. Salah satunya bagi ibu yang akan melahirkan. Mereka wajib menjalani rapid test. Jika reaktif, maka wajib uji swab. Berikut pengalaman sejumlah ibu di Kota Jambi saat melahirkan di masa pandemi ini.
Banyak cerita para ibu yang melahirkan di masa pandemic Covid-19 ini. Karena tidak seperti biasanya mereka harus mengikuti protocol kesehatan untuk bisa mendapatkan pelayanan di beberapa rumah sakit di Kota Jambi.
Dinda (38) salah satunya. Wanita yang melahirkan anak ketiga ini bercerita jika sempat bingung memilih tempat melahirkan. Karena khawatir tertular covid-19. Belum lagi prosedur yang kini mulai ditetapkan rumah sakit. “Wajib rapid test. Kalau reaktif. Uji swab dan menunggu lagi. Kalau positif dirujuk ke rumah sakti rujukan Covid-19. Di manaf atau di RSU Raden Mattaher,” cerita Dinda kepada Jamberita.com Kamis (21/10/2020).
Ia pun mulai mencari referensi. Melahirkan di bidan atau di rumah sakit. Namun dengan usianya saat ini sangat berisiko untuk melahirkan di bidan. Apalagi hasil USG terakhir, posisi janinnya melintang sehingga wajib operasi. “Disini bingung. Artinya harus ke rumah sakit,” katanya.
Setelah memilih rumah sakit, Ia pun kembali tegang. Karena rumah sakit baru bisa melayaninya jika hasil rapid testnya non reaktif. “Disini tegangnya. Terbayang kalo reaktif. Meski sudah isolasi mandiri selama dua minggu tidak keluar. Tetap ada kekhawatiran,” kata ibu tiga anak ini.
Akhirnya, Ia pun menjalani rapid test. Selama menunggu hasil , Ia banyak berdoa agar hasilnya non reaktif. “Hampir dua jam menunggu. Sempat tegang, Alhamdulillah non reaktif,” lanjutnya.
Malamnya, Ia langsung menjalani operasi SC dan melahirkan anak ketiganya dengan selamat. “Tanpa dibesuk, hanya satu yang bisa menemani di rumah sakit dan tentunya protokolnya ketat selama di rumah sakti wajib pakai masker,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan Ummi (30). Wanita yang juga melahirkan anak ketiga ini sempat ingin melakukan rapid test di luar rumah sakit. Untunglah Ia mendapatkan informasi jika sudah ada standar biaya untuk rapid test. “Ternyata di rumah sakit tetap Rp150 ribu biayanya. Jadi ikut yang di rumah sakit saja,” katanya.
Ia pun sempat tegang menunggu hasil. Ia tidak membayangkan jika hasilnya reaktif. Apalagi suaminya yang bekerja di lapangan banyak bertemu orang. Meski Ia sendiri tidak pernah keluar dari rumah selama menunggu persalinan. “Takut juga karena kalau reaktif. Harus menunggu swab lagi,” lanjutnya.
Untungnya, hasilnya non reaktif dan Ia bisa menjalani operasi SC di rumah sakit untuk anak ketiganya. “Alhamdulillah negative, operasi langsung malamnya,” kata wanita yang baru melahirkan sepekan lalu.(sm)
Beasiswa KSE UNJA Cari Mahasiswa Jujur, Bukan Cuma Pintar! 317 Peserta 'Dikuliti' di Wawancara
Keren! Tiga Srikandi FH UNJA Sukses Jinakkan Pemalsu Tenun Pakai Blockchain
Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional II, Kadiv Yankum Kanwil Jambi Siap Akselerasi Inovasi Hukum
Kembali Perluas Relaksasi, Maulana: Maulid Nabi Bisa Dilaksanakan
Indahnya Berbagi, Bunda Ini Bersama Suami Sediakan Makan Minum Bak Prasmanan Setiap Jum'at
Diskepora Provinsi Jambi Apresiasi Inovasi Khairunisa Dorong Perkonomian di Masa Pandemi
