JAMBERITA.COM- Sempat dihinggapi rasa bosan selama menjalani isolasi di RSUD Daud Arif Kualatungkal, Tanjab Barat, sejak dinyatakan positif terpapar virus corona pada 19 September 2020 lalu. Akhirnya tepat pada 12 Oktober 2020, Nurkholis (29) beserta kedua orangnya tuanya diperbolehkan pulang ke rumahnya menjalani isolasi mandiri.
Sebuah mobil ambulance melaju ke kediamannya di Jalan Bahagia, Lorong Kendari, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjab Barat, Jambi.
Dikawal satu perawat berpakaian APD lengkap dan seorang supir. Sampai di dekat rumah, para tetangga tampak biasa saja. Tidak menampakkan raut wajah terkejut. Namun tetap jaga jarak.
"Ya selama isolasi mandiri ini kita gak boleh keluar rumah dulu pak, masih isolasi. Terakhir swab tanggal 7 Oktober 2020. Kalau ibu sudah dua kali swab, hasilnya negatif,” ucap pria berdarah Jawa ini Senin (19/10/20).
Meski di rumah, Nurkholis menuturkan, dia dan orangnya tuanya masih dalam pengawasan petugas penanganan Covid-19. Dia pun tak berani keluar rumah, meski tidak ada gejala yang dirasakan. Karena Nurkholis tak mau menimbulkan hal hal yang meresahkan tetangga dan warga setempat.
“Beraninya paling tegak sampai depan pintu rumah. Gak sampai keluar rumah. Karena masih disuruh isolasi, ya kita patuhi saja. Biar semua baik-baik saja,” ujarnya, berusaha menahan diri demi kebaikan semuanya.
Nurkholis menceritakan, jelang dia keluar dari rumah sakit, dia mendapat ramuan daun Sungkai, yang dikirim salah seorang temannya di Kota Jambi. Sampai sekarang, menjalani isolasi mandiri, Nurkholis dan dua orang tuanya rutin meminum ramuan tersebut.
“Minumnya pagi dan sore bang. Alhamdulillah, gejala gak ada, bapak dan ibu sehat-sehat kok,” ceritanya.
Terpisah, Jubir Penanganan Covid 19 Kabupaten Tanjabbar, Taharuddin, salah satu pasien yang juga terpapar virus corona, mengaku kondisinya pun kini mulai berangsur membaik.
Sejak menjalani isolasi mandiri di rumah, pria yang dikenal ramah ini mengaku kondisi fisiknya terasa normal. “Saat ini alhamdulillah fisik saya normal dan sehat,” kata Taharuddin.
Meski masih menunggu hasil swab kedua, dia dan keluarga tetap menjalankann rutinitas sesuai protokol kesehatan di rumah.
Taharuddin, mengimbau supaya masyarakat, agar tetap meningkatkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam ruangan maupun di area publik.
Mengenai perawatan medis selama di rumah, Taharuddin mengaku selalu konsultasi via telepon. Mengingat tidak ada keluhan, tenaga medis tidak setiap hari datang ke rumahnya.
“Karena saya tidak ada keluhan maka tidak ada yang diperiksa, tapi kalau komunikasi dilakukan melalui ponsel saja,” ujar Taharuddin.
Berdasarkan data yang dirangkum per 17 Oktober 2020, jumlah pasien terkonfirmasi di Tanjabbar sebanyak 116 orang. Dan dinyatakan sembuh sebanyak 30 orang, selesai isolasi 53 orang, meninggal dunia dua orang, dan 31 orang masih dalam penanganan. (Henky)
Bupati Tanjab Barat Tinjau Rumah Warga Program Bedah Rumah BAZNAS
Ketua Komisi III Albert Chaniago Hadiri Peringatan Hari Buruh di Tanjab Barat
Rapat Paripurna Keempat DPRD Tanjab Barat Sampaikan Rekomendasi Strategis
Tim Pelangi Polres Tanjabbar Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan
Penuhi Protokol Kesehatan, Sebanyak 6000-an Petugas KPU Tanjabbar akan Dirapid Test



