JAMBERITA.COM- Dinda (37) ingin membawa putranya untuk imunisasi di puskesmas.
Namun semenjak pandemi Covid-19 ini dirinya khawatir untuk membawa anaknya ke puskesmas. Karena biasanya banyak orang berkerumun di ruang tunggu pusat kesehatan ini.
Kekhawatiran Dinda tentu beralasan. Namun Kepala Puskesmas Paal Merah 1, dr Repeliti Witri mengatakan jika puskesmas sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Tenaga medis menggunakan APD, ada tirai antara petugas dan pasien serta protokol lainnya," kata dr Repelita saat dihubungi via telepon selulernya Sabtu (17/10/2020).

Secara protokol, sejak pasien masuk ke area puskesmas itu jelas kawasan wajib masker. Jadi semua yang datang wajib menggunakan masker.
Setelah itu, pasien akan diperiksa suhu tubuhnya. Jika tidak demam, maka lanjut untuk melakukan anamesa yakni wawancara apakah pasien pernah berpergian ke luar kota yang zona merah, atau ada keluarga serumah yang baru berpergian luar kota.
Selanjutnya, jika aman baru pasien bisa masuk ke ruang tunggu. Disini ruang tunggu juga didesain untuk tetap menjaga jarak. Dimana kursi yang disilang tidak boleh diduduki. Lalu ada hand sanitizer di dinding yang bisa digunakan.
"Kami juga memutar video tentang protokol kesehatan," katanya.
Selanjutnya pasien dipanggil diperiksa dokter. Ada tirai pemisah antara pasien dan dokter. Tenaga medis dan dokter semuanya memakai APD.
"Batas pelayanan kita selama pandemi sampai jam 12. Diatas jam 12, petugas biasanya sudah melepas APD dan mengerjakan tugas administrasi. Karena tentu juga kalau 4 jam sudah tidak nyaman menggunakan APD," lanjutnya.
Namun jika ada pasien gawat darurat tetap dilayani. Tentu tenaga medis akan menggunakan APD baru. Karena APD yang sudah dilepas tidak dipakai lagi.
Berikutnya, ada bel setiap jam 9.30, dimana tenaga medis diminta berkumpul untuk berjemur. Lalu setiap bertemu pasien tenaga medis akan selalu mencuci tangannya. "Perbandingannya lima kali cuci pakai hand sanitizer, satu kali cuci pakai sabun," tambahnya.
Bagaimana jika ada pasien yang demam? Dr Repelita mengatakan akan diarahkan ke ruang isolasi. Dokter yang akan datang. Jadi bukan masuk ke ruang tunggu. Nanti akan dilihat gejalanya.
Intinya puskesmas sudah menerapkan protokol kesehatan. Yang sulit jika ada pasien yang berbohong. " Kita berharap pasien jujur dengan riwayat kesehatannya dan riwayat lainnya," pungkasnya.(sm)
Ramuan Sungkai Bukan Obat Corona, Melainkan Bantu Perkuat Imun Tubuh
26 Orang Dinyatakan Positif, 13 Orang Diantaranya dari Sarolangun
Cegah Penularan Covid 19 ke Anak, Dr Mustarim: Hindari Kontak dengan Orang Berisiko
Gakkum KLHK Gagalkan Transaksi Perdagangan 24,5 Kilogram Sisik Trenggiling
Kegiatan Pembangunan Keluarga, SAH Kembali Beri Bantuan Sembako
Bocah 7 Tahun yang Hanyut di Sungai Batanghari Ditemukan 29 Kilometer Dari Lokasi Tenggelam


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



