SAH: Indonesia Perlu Kemandirian Di Bidang Alkes



Sabtu, 19 September 2020 - 10:23:05 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI yang membidangi Kesehatan Sutan Adil Hendra (SAH) menilai Indonesia belum memiliki kemandirian di bidang alat kesehatan.

"Pandemi ini menyadarkan kita, kita terlalu lama dengan import alat kesehatan, meskipun secara teknologi Indonesia mampu untuk membuat sendiri alkes," ungkapnya di Jambi (18/9) kemarin.

Padahal menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini untuk menghadapi krisis kesehatan seperti pendemi COVID-19, inovasi anak bangsa kerap terlupakan karena terlalu asyik mengimpor, padahal dari sisi teknologi alkes yang di import tidak terlalu canggih, bisa diproduksi dalam negeri.

"Saya tertarik ungkapan Pak Ilham Habibie dalam satu seminar internasional, bahwa sebenarnya teknologi alkes, bukan sesuatu yang canggih, kebanyakan teknologi yang sederhana," kata SAH secara virtual.

Hanya saja karena terlalu asyik dengan mengimpor, terlalu asyik dengan pengadaan, maka akhirnya melupakan inovasi yang bisa dihasilkan anak bangsa sendiri, ungkapnya.

Lalu legislator yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengungkapkan, pada tahun 2019, 94 persen alat kesehatan di Indonesia diimpor dengan nilai sekitar Rp 30 triliun.

Kemudian, 95 persen bahan baku obat-obatan juga diimpor, terutama bahan kimia.

Apalagi perihal kebutuhan akan ventilator saat pandemi COVID-19.

Sehingga SAH sendiri mengaku prihatin bahwa tidak ada ventilator yang dikembangkan di Tanah Air dan tidak ada pabrik yang membuatnya di Indonesia.

Terkait dengan hal ini SAH meminta di bidang kesehatan dan obat menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam Prioritas Riset Nasional (PRN) periode 2020-2024.

Selain itu, prioritas lainnya terdiri dari teknologi informasi dan komunikasi, transportasi, energi baru dan terbarukan, pangan dan pertanian, pertahanan dan keamanan, material maju, kemaritiman, mitigasi bencana, serta soshum-seni budaya-pendidikan.

Kemudian, strategi lainnya adalah menciptakan ekosistem inovasi teknologi alat kesehatan, tandasnya.(*/sm)





Artikel Rekomendasi