JAMBERITA.COM- Pasca pendaftaran bakal calon dinamika politik di pilkada Batanghari terus menghangat. Berbagai manuver terus dilakukan berbagai kubu untuk mendapatkan suara masyarakat.
Hanya saja dalam pengamatan Asril Bujang warga Talang Inuman Bulian menilai dinamika politik di Batanghari sudah kebablasan, dimana ada salah calon dan pendukungnya yang terus menerus melakukan fitnah dan Bully terhadap Yunninta - Mahdan.
" Iya sekarang saya perhatikan ada kelompok orang yang sudah hilang arah, kerja pendukungnya hanya menebar fitnah dan Bully pada ibu dan timnya, ungkapnya di Bulian (10/9) kemarin. '
Kisruh politik menjelang pilbup Batanghari 2020 ini menurutnya memiliki target untuk memukul mental dan pembunuhan karakter terhadap pasangan Ya - maha.
Namun pria yang berprofesi pedagang ini menambahkan masyarakat sudah pintar tidak akan terjebak dengan manuver receh yang dilakukan pendukung calon tersebut.
Malahan dengan seringnya ibu Yunninta menjadi korban fitnah dan Bully menunjukkan ibu Yunninta lah calon terkuat dalam kontestasi pilkada Batanghari 2020 ini, sehingga mereka yang berambisi terus melakukan fitnah dan intimidasi secara verbal pada pasangan Ya - maha dan pendukungnya.
" Masyarakat sudah tahu, mereka memfitnah karena tahu ibu Yunninta Kuat dan hebat, jadi kaum hilang arah itu ketakutan, takut ambisi mereka tak terpenuhi, tandasnya." (*/sm)
Warga Pemayung ini Sebut Nomor Urut Satu Bagi Paslon Yuninta-Mahdan Simbol Kemenangan
Dukungan Tak Terbendung, Warga Desa Rawa Mekar Teriakkan Yunninta-Mahdan Harga Mati
Ratu Munawaroh Hadiri Peringatan 40 Hari Ibunda Al - Amin Nasution
Pilkada Sehat dan Damai di Polda, CE-Ratu Hadir, Fachrori Utus Syafril dan Haris-Sani Diwakili Tim
Soal Surat Mahkamah Partai terkait Golkar Muarojambi, Endria:Tak Berlaku Mundur
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal



