SAH: Penangganan Covid-19 Perlu Dukungan Konsorsium Riset Dan Inovasi



Rabu, 02 September 2020 - 09:10:11 WIB



Sutan Adil Hendra
Sutan Adil Hendra

JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) mendukung penuh Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan COVID-19 di tanah air. 

Menurutnya konsorsium itu bertugas memberikan dukungan kepada gugus tugas penanganan virus corona di Indonesia.

"Konsorsium ini kita harapkan dapat berkontribusi menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia pada bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap)," ungkapnya (1/9) kemarin. 

Dalam rangka tugas ini, SAH yang Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini mengharapkan seluruh tim peneliti dapat bekerja keras untuk membantu mencegah, mendeteksi, dan merespons secara cepat penyakit COVID-19, diantaranya dengan menemukan alat deteksi atau diagnosis, suplemen, obat, dan vaksin untuk pasien COVID-19 di tanah air.

Konsorsium ini sendiri terdiri dari lembaga pemerintah non-kementerian seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Selain itu, pria yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengharapkan perguruan tinggi dapat dilibatkan khususnya yang memiliki prodi bioteknologi dan farmasi seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Airlangga.

Selain itu, SAH juga berharap industri farmasi seperti PT Biofarma dan PT SOHO untuk bersinergi dalam menghasilkan kajian dan inovasi yang bermanfaat dalam menangani darurat COVID-19.

“Perguruan Tinggi, Industri dan lembaga terkait harus bekerja sama dan bersinergi dalam menghasilkan kajian dan inovasi yang bermanfaat dalam mencegah, mendeteksi, melakukan skrining, menunjang diagnosis, merespons serta mengobati COVID-19,” ungkapnya

Konsorsium itu memiliki tiga prioritas, yaitu jangka pendek yang berfokus pada penelitian dan kajian sistematik terhadap berbagai aspek dari COVID-19, termasuk di dalamnya penelitian terkait tanaman herbal yang berpotensi untuk mencegah COVID-19.

Prioritas jangka pendek juga mencakup pengembangan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer, sterilization chamber (tenda sterilisasi coronavirus).

Prioritas kedua adalah jangka menengah yang fokus pada pengembangan dan pengkajian Rapid Test Kit untuk COVID-19 baik untuk deteksi awal (early detection) maupun deteksi akhir (late detection); pengembangan vitamin atau suplemen.

"Prioritas ketiga adalah jangka panjang yang berfokus pada pengkajian dan pengembangan obat dan vaksin, termasuk avigan, chloroquine, kina, dan sebagainya," tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi