BPOM : Reagent PCR dari Singapura bisa digunakan



Selasa, 01 September 2020 - 21:50:23 WIB



Kepala BPOM Jambi Antoni Asdi (paling kiri)
Kepala BPOM Jambi Antoni Asdi (paling kiri)

JAMBERITA.COM- Saat ini di Provinsi Jambi sudah bisa melakukan uji swab atau tes Polymerace Chain Reaction (PCR) pasien COVID-19 secara mandiri. Hal ini tak terlepas dari upaya Wali Kota Jambi Syarif Fasha membawa bantuan Pemerintah Singapura untuk percepatan penanganan Covid-19 bagi Provinsi Jambi. Bantuan dari Singapura tersebut sudah dimanfaatkan dengan akurasi yang sangat baik. Kini BPOM Jambi kembali meminta bantuan Pemkot Jambi terkait kelangsungan uji swab tersebut.

Kepala BPOM Jambi Antoni Asdi mengatakan, sejak mulai dilakukan uji coba, kini uji swab di BPOM Jambi sudah berjalan baik. Untuk melakukan uji swab tersebut ada beberapa bahan yang digunakan, diantaranya reagent dari Singapura yang di fasilitasi Pemkot Jambi.

"Bahan-bahannya sudah disiapkan, salah satu dari Pemkot Jambi yang merupakan bantuan Singapura berupa reagent," kata Antoni.

Antoni mengungkapkan, pihaknya sudah menggunakan reagent dari Pemkot Jambi tersebut. Bahkan untuk reagent dari Singapura penyaluran tahap pertama sudah habis.

"Kini kita sudah minta lagi stoknya ke FKIK UNJA, karena reagentnya disimpan disana," katanya.

Saat ini sebut Antoni, pihaknya terkendala bahan habis pakai. Hal itu sudah disampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Jambi, Dinkes dan juga Wali Kota Jambi.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dapat bantuan. Kami siap menerima bantuan yang sumbernya dari mana saja. Yang penting uji swab ini berjalan lancar," ungkapnya.

Secara teknis, sebut Antoni, proses uji swab di BPOM tidak ada kendala, namun kini pihaknya kehabisan alat sekali pakai untuk uji swab tersebut, sehingga harus di hentikan sementara.
Habisnya alat sekali pakai di laboratorium BPOM tersebut kata Antoni seiring dengan meningkatnya jumlah sampel COVID-19 yang harus di uji.

Dijelaskan Antoni Asdi, diawal uji swab dilaksanakan sampel yang masuk ke laboratorium untuk di uji dalam satu hari hanya berkisar 30 sampai 50 sampel. Namun terjadi peningkatan pengujian COVID-19, satu bulan terkahir dalam satu hari terdapat 150 sampai 200 sampel yang di kirim ke laboratorium BPOM Jambi.

“Karena kehabisan alat sekali pakai tersebut uji swab tes PCR di hentikan sementara, dan untuk sementara waktu sampel uji swab dapat di kirim ke Jakarta atau Palembang terlebih dahulu,” kata Antoni.

Terkait dengan reagent atau pereaksi kimia bantuan dari Temasek Foundation Singapura melalui Pemeritnah Kota Jambi yang digunakan untuk uji swab tersebut di katakan Antoni Asdi dapat digunakan.

Dijelaskannya, reagent tahap pertama yang diserahkan ke laboratorium BPOM sudah habis digunakan.

“Saat ini pihak BPOM tengah mengajukan penyaluran reagent tahap kedua yang disimpan di Laboratorium FKIK Unja,” katanya.

Sementara Walikota Jambi Sy Fasha mengatakan, dirinya sudah bertemu langsung dengan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi, dan bertanya langsung apakah reagent bantuan dari Pemerintah Singapura melalui Pemkot Jambi tersebut bermanfaat atau tidak.

“Ternyata disampaikan Kepala BPOM bahwa itu sangat bermanfaat. Malah akurasinya sangat tinggi,” kata Fasah, kemarin (1/9).

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang menyatakan bahwa bantuan Pemerintah Kota Jambi yang bersal dari Singapura itu tidak bisa digunakan, karena berbeda alat.

“Padahal disebutkan kepala BPOM, bantuan singapura melalui Pemkot Jambi itulah yang menjadi penopang untuk uji coba ini. Malah bahan yang dari Singapura ini sangat akurasi sekali,” imbuhnya.

“Saya khawatir dengan pernyataan pejabat Dinkes Provinisi Jambi ini, jika pernyataan tersebut diketahui pemerintah Singapura, maka menjadi preseden buruk bagi Pemkot Jambi. Sedangkan saya mau minta bantuan lagi terkait ini,” tambahnya.

Lebih lanjut Fasha mengatakan, pertemuannya dengan Kepla BPOM juga membicarakan terkait kebutuhan uji swab dengan menggunakan PCR.

“Tadi disampaikan oleh Kepala BPOM, ada barang habis pakai yang saat ini habis. Memang saat ini terpaksa stop uji PCR karena ketidakadaan bahan habis pakai, katanya. Saya katakan kepada Kepala BPOM, apa-apa yang dibutuhkan ajukan pada kami Gugus Tugas Kota Jambi. Saya akan rapatkan di Gugus Tugas apa yang bisa kami bantu. Bagi kami tidak masalah, mungkin kami bisa keluarkan dana dan bantu belanjakan bahan habis pakai untuk menunjang uji swab ini. Yang penting uji swab PCR di BPOM tidak stop dan tidak vakum, kita sangat membutuhkan ini,” pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi