JAMBERITA.COM- Selama tiga hari berturut belum ada penambahan kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah dalam Provinsi Jambi, itu terhitung sejak 23 sampai Jum'at (26/6/2020) kemarin.
Update data tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi total positif tetap berada di angka 114 kasus dan 66 orang sudah dinyatakan sembuh sehingga 48 orang lagi masih proses atau dalam perawatan.
Jika dibandingkan antara pasien yang masih dirawat dengan angka kasus saat ini tergolong lebih besar angka yang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) itu 48 orang, Pasian Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 29 orang.
Sementara saat ini spesimen pemeriksaan, beberapa masih dalam proses dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Provinsi masih menunggu 23 uji swab lagi yang belum keluar hasilnya.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) Provinsi Jambi Azrin menyampaikan, sesuai dengan prediksi bahwa puncak pandemi di Jambi itu adalah di bulan Juni sekarang ini.
"Prediksi puncaknya Juni dan berakhir di bulan September mendatang," ujarnya ketika dijumpai jamberita.com, Jum'at (26/6/2020) kemarin.
Namun itu kalau kondisinya tidak berubah. Tapi, kata Azrin apabila masyarakat semakin lalai dan kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tentu tidak menutup kemungkinan akan bertambah.
"Kalau masyarakat disiplin, (pandemi) bisa lebih cepat selesai. Tapi, kalau kurang disiplin bisa berakhir di bulan Desember, bahkan Januari 2021 awal tahun mendatang," pungkasnya.(afm)
Geger Simpang Siur Lahan, Benarkah Anggaran Rp12 M Bengkak Jadi Rp15 M? Ini Fakta Mengejutkannya!
Wacana Perbaikan Jalan Padang Lamo Terus Dikawal, Terbaru PUTR Jambi Kembali Bahas Bersama BPJN
Tim Kuasa Hukum Bantah Rumor Pembatalan 105 SHM di Muaro Jambi
Kapolda Jambi Keluarkan Maklumat Sanksi Bagi Pelaku Pembakar Hutan dan Lahan
Selamat...Mochammad Farisi Terima Penghargaan Nasional P4GN BNN RI
Kunjungan Ke Dapil, SAH Serap Aspirasi Kaum Pekerja Di Jambi
Geger Simpang Siur Lahan, Benarkah Anggaran Rp12 M Bengkak Jadi Rp15 M? Ini Fakta Mengejutkannya!

