JAMBERITA.COM, MERANGIN- Panitia Khusus (Pansus)yang dibuat DPRD Merangin berjanji akan terbuka dalam kerjanya.
Bahkan, mereka juga melakukan live Streaming sehingga bisa terang benderang persoalan dana Covid-19.
Namun sepertinya janji ini tinggal janji.
Ini terbukti dalam rapat Senin 22 Juni 2020 malah dilakuka tertutup. Untuk pemanggilan awal Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Disperindag. Awak Media pun dilarang untuk meliput kegiatan Pansus tersebut.
"Saat masuk kami lihat tadi dikasih kode tangan disuruh keluar," ungkap Salah salah satu pewarta.
Namun Pewarta tampak kecewa di luar ruangan pansus, hingga Sejumlah wartawan tampak masih menunggu.
Sebelumnya, Pansus menjanjikan hearing terbuka. Baik dari pansus, hingga pimpinan DPRD mendukung hearing terbuka.
Ini tak lain, untuk menghindari opini publik yang menyebutkan dewan tengah membidik kepentingan terselubung dalam pansus.
Aktivis muda Merangin Taufik turut kecewa. Ia juga mendukung tranparansi, namun
"Pesan saya cuma satu, pansus jangan main mata," katanya.(oli)
Ratusan Warga Renah Alai Padati PN Bangko, Tegaskan Solidaritas Adat Bukan Intervensi Hukum
Semarak PKD 2026 Merangin : Menjemput Tuah, Merawat Marwah Adat di Taman Mini Melayu Jambi
Harmonisasi Ranperbup Merangin, Kemenkum Jambi Bahas Batas Desa dan Dokumen Perencanaan
Hasil Rapid Test 5 Warga Reaktif, 4 Tinggal di Bajubang, Satu Orang dari Muara Bulian
Ini Alasan Desa Labuhan Pering Jadi Sasaran Utama TMMD 108 Kodim Tanjab
Jelang TMMD 108, Kodim Tanjab Kirimkan Tim Aju ke Desa Labuhan Pering
Hesti Haris Motivasi dan Apresiasi Peserta Pelatihan Batik Kontemporer Dekranasda Jambi



