JAMBERITA.COM- Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Pengurus Daerah Provinsi Jambi peduli dengan membagikan ratusan paket sembako kepada warga yang terdampak Corona Virus Disease (Covid-19).
Ketua Umum GP Farmasi Jambi Suprayuki mengatakan wabah Covid-19 saat ini sedang melanda hampir seluruh negara termasuk di Indonesia bahkan sudah ke Provinsi Jambi, penyebaran wabah covid-19 yang begitu cepat tentunya memberikan pengaruh bagi ekonomi.
"Himbauan physical distancing, bekerja belajar dan beribadah di rumah hingga pelarangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, tidak hanya memiliki dampak pada kesehatan tentu membuat roda ekonomi nyaris terhenti," ujarnya, Minggu (10/5/2020).
Menurut Suprayuki setidaknya ada yang terdampak oleh wabah virus tersebut, salah satunya yaitu Pemutusan Hubungan Herja (PHK) dan dirumahkan.
Berdasarkan hal itu GP Farmasi Provinsi Jambi mengadakan sebuah kegiatan bakti sosial dalam bentuk memberikan bantuan sembako langsung untuk masyarakat kurang mampu ataupun yang terkena dampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.
"Tujuan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan membantu meringankan beban saudara kita yang membutuhkan," terangnya.
Bentuk kegiatan bakti sosial berupa sembako itu sebanyak 200 paket dan ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan berlangsung kemarin Sabtu (9/5/2020) di area Kota Jambi kawasan Jalan Lingkar Selatan.
"Start di dekat indogrosir Pal X dan beberapa mobil berkeliling membagikan sembako," jelasnya.(afm)
Awalnya Berobat Karena Abortus, Warga Kota Jambi Positif Corona ini Belum Jelas Riwayat Kontaknya
Terus Berbagi di Tengah Pandemi, IW juga Serap Aspirasi Pemilik Keramba di Muaro Jambi
Prihatin.. Pasien Positif Covid-19 Kota Jambi Per hari Ini Ternyata Baru Keguguran
Pasien Positif Covid-19 di Jambi Menjadi 62 Kasus, Ini Riwayat Perjalanan dan Asal Daerahnya
Update 9 Mei, 15 Kasus Baru Terkonfirmasi Dan Jumlah PDP Meningkat
Update 9 Mei 2020, Kasus Positif Covid-19 Melonjak 15 Orang, Total 62 Kasus di Jambi


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



