JAMBERITA.COM- Sosok Yunninta Asmara dikenal masyarakat sebagai sosok yang sederhana dan merakyat. Kesederhanaan istri Bupati Batanghari ini bukanlah suatu yang musiman di jelang pemilu atau pilkada, namun lahir dari kebiasaan keseharian beliau.
Kesaksian ini disampaikan Kurniadi salah satu tetua desa Petajen Bajubang (1/5) kemarin, Menurutnya soal sederhana dan merakyat ibu Yunninta itu dari dulu, tidak direkayasa, jelang Pilkada tapi memang lahir dari kesederhanaan beliau.
"Saya mengenal ibu Yunninta sudah lama, dari dulu beliau memang orangnya ramah, dekat dan merakyat, jadi tak ada istilah merakyat karena pilkada, istri pak Sahir tidak seperti itu, dia orangnya merakyat, ungkap pria sepuh ini menjelaskan. "
Karena menurut yang memiliki lima orang anak ini Pilkada terkadang merubah perilaku seseorang, seolah lebih peduli, sayang warga, cinta kampung, ingin membangun, tapi setelah pilkada seolah itu hilang.
Salah satu kekaguman dirinya terhadap Yunninta Asmara adalah komitmen beliau untuk terus mengabdi di Batanghari. Menurutnya kalah dan menang politik baik pileg dan pilkada ibu YA dan suami tetap di Batanghari, inikan contoh mereka mencintai daerah ini, padahal jika bicara kesempatan, tentulah banyak kesempatan mereka untuk ke daerah lain, tapi karena cinta sama daerah ini mereka tetap di Batanghari.
"Ibu Yunninta itu mungkin bukan putra daerah, tapi dia sudah menjadi anak kandung Batanghari, kalah dan menang dia tetap di Batanghari, tidak kemana-mana, hanya untuk mendapat jabatan, ini contoh kecintaan beliau pada daerah ini, kampung kita,” tandasnya.(*/sm)
Bupati Fadhil Arief Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Batang Hari
Bupati Fadhil Arief Sholat Iduladha di Desa Terusan dan Serahkan Sapi Kurban dari Presiden
Bansos Ditengarai Jadi Ajang Kepentingan Politik, Ini Tanggapan Bawaslu Jambi
Yunninta: Selamat Hari Buruh 2020 Para Pekerja Di Batanghari
Peduli, KPU Sarolangun Bagi Masker dan Paket Sembako Kepada Masyarakat Terkena Dampak Covid-19
