IRT di Kota Jambi Ini Sudah 2 Hari tak Nyuci dan Masak Karena Air Mati, Ini kata Direktur PDAM



Senin, 27 April 2020 - 21:37:32 WIB



JAMBERITA.COM - Warga kawasan kantor Kelurahan Murni Kota Jambi mengeluhkan terkait dengan sudah puluhan jam air PDAM Tirta Mayang mati sehingga sedikit terganggunya jalannya ibadah puasa.

"Ampun 40 Jam air mati dan sudah beli isi ulang 50 galon air, lah 2 hari sabar, dua hari dak nyuci dua hari dak masak, minta layanan tangki be dak datang-datang," keluh ibu dua orang anak ini kepada jamberita.com, Senin malam (27/4/2020).

Direktur PDAM Tirta Mayang Kota Jambi Erwin Jaya Zuhri membenarkan terkait dengan terganggunya kenyamanan masyarakat karena adanya gangguan yang kini tengah mereka perbaiki. "Ya Pipa induk PDAM kena alat berat pekerjaan pelebaran jalan yang di Simpang Mangga," terangnya.

Terkait dengan keluhan warga itu pula, Erwin mengatakan semua pelanggan yang terdampak diberikan bantuan air gratis dari mobil Tangki. Itu protap Tirta Mayang walaupun kerusakan/gangguan disebabkan faktor eksternal.

"Mobil tangki jumlahnya terbatas, sementara yang terdampak tidak kurang 8 ribu pelanggan. Tentu tidak bisa cepat. Apalagi mobil tangki PDAM juga harus mengisi tangki tangki air di pos-pos Covid di wilayah batas kota," ujarnya.

Pipa yang terkena alat berat itu adalah pipa induk diameter 350 mm. Pipa tersebut merupakan pipa lama yang usianya hampir 50 tahun dari jenis ACP (pipa asbes). Itu yg membuat perbaikan agak lama karena accesories pipanya tidak ada karena pipa jenis tersebut sudah tidak diproduksi lagi.

"Jadi PDAM harus melakukan rekayasa penyambungan. Itu yang membuat pekerjaan memakan waktu yang lama. Kami selalu meminta pelaksana untuk berkoordinasi dengan PDAM sebelum memulai pekerjaan gunanya menghindari terkenanya pipa PDAM oleh alat berat," sebutnya.

Namun terkadang ada saja pelaksana/kontraktor yang langsung kerja tanpa ada pemberitahuan kepada PDAM. "Sekarang sedang dilakukan perbaikan, diupayakan tengah malam ini bisa selesai," jelasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi