Ibu Rumah Tangga Kecewa Operasi Pasar Gula Murah Dibubarkan



Senin, 13 April 2020 - 16:59:54 WIB



JAMBERITA.COM- Pasar murah yang digelar di tiga titik di dalam Kota Kualatungkal diserbu ratusan ibu rumah tangga.

Kurang dari 1 jam antrean operasi pasar murah terpaksa dibubarkan. Pasalnya antrean para ibu rumah tangga yang berebutan stok gula pasir, tepung dan minyak goreng itu saling berebutan dan pihak Dinas Terkait terpaksa menyebut stok ludes.

"Katanya jam satu dimulainya ternyata setangah satu sudah dimulai, jadi baru sebentar antre sudah habis," ungkap salah satu Ibu rumah tangga, warga Tungkal Ilir, kecewa saat antre di Kantor Ketahanan Pangan Senin (13/4/20).

Begitu juga dengan antrean yang terjadi di Diskoperindag Tanjabbar, terpaksa dibubarkan dengan alasan sama.

"Padahal stoknya masih ada tapi dibilang sudah habis," protes salah satu ibu rumah tangga saat antre di Diskoperindag Tanjabbar.

Sementara Kadiskoperindag Tanjabbar, Syafriwan mengatakan operasi pasar sengaja dibubarkan, karena sulit dikendalikan.

"Sementara setop dulu, karena masyarakat dak bisa tertib," kata Kadiskoperindag Tanjabbar, Syafriwan.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Badan Ketahanan Pagan, dan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menyalurkan 10 Ton gula pasir ke masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi kelangkaan sembako salah satunya gula pasir.

Untuk mengantisipasi kelangkaan gula pasir di kabupaten Tanjung Jabung Barat, kita sediakan gula pasir sesuai harga beli yakni Rp 12.500.

Untuk mekanisme penyaluran tersebut masing-masing warga pembeli hanya bisa membeli maksimal 2 Kilogram.

Operasi pasar dijadwalkan, pada Senin (13/4/20), sekitar Pukul 13.00 WIB disalurkan di tiga titik lokasi, yakni Gedung Runtuh, di kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Alun-alun depan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat. (Henky)



Artikel Rekomendasi