Terima Bantuan 200 APD dari Pihak Swasta, Begini Curhat IDI Tanjabbar



Jumat, 10 April 2020 - 19:05:58 WIB



JAMBERITA.COM- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjab Barat, keluhkan minimnya alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis selama menangani wabah virus corona (Covid-19).

APD yang disalurkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit masih belum mencukupi. Padahal masker, misalnya wajib bagi pasien, pengantar, dan pengunjung Rumah Sakit.

"Setahu saya sejauh ini sebagian puskes sudah diberikan masker, tapi jumlahnya belum mencukupi. Saya tidak tahu persis jumlahnya. Untuk RSUD kabarnya sudah dapat juga tapi saya tidak tau persis. Yang tahu ya bapak ibu pimpinan instansi dinkes, dan RSUD," terang Ketua IDI Tanjabbar, dokter Abdul Bari, SpOG, dikonfirmasi, Jumat (10/4/20).

Kendati demikian, kata Abdul Bari, saat ini IDI Tanjab Barat, sedikit dapat bernapas lega dengan adanya perhatian dan uluran tangan bantuan dari pihak swasta yang secara sukarela memberi bantuan APD. Bantuan sebanyak 200 set APD dari pihak swasta PT. Bintang Selamanya milik pengusaha Kualatungkal, Hadi Tan, tersebut rencananya akan didistribusikan langsung ke semua dokter se-Tanjab Barat.

"Ada sekitar 110 orang, mulai dari dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis. Baik dokter di Puskesmas, klinik swasta, praktek pribadi dan di RSUD. Tapi kita utamakan yg di puskesmas dan praktek pribadi yg selama ini belum dapat APD," jelas ketua IDI Tanjabbar.

"Ini perdana kita dapat partisipasi dari pihak pengusaha swasta. Sebelumnya donasi dari anggota sendiri untukk bagi bagi ke masyarakat berupa masker, vitamin, dan sembako. Selama ini inisiatif beli sendiri. Baik yang di puskes puskes, terutama puskes 1 dan 2 APD seadanya jas hujan," imbuhnya.

Abdul Bari mengatakan ia menghimbau agar masyarakat tetap jaga kesehatan, jaga jarak, berdiam di rumah kalau tidak ada keperluan, rajin minum vitamin, memakai masker jika mau aktivitas keluar rumah. Khususnya pasien dan pengantar yang mau berobat baik ke Rumah Sakit, Puskesmas, maupun praktek pribadi.

"Jadi kami IDI Tanjabbar sangat berterima kasih dengan pihak yang peduli kesehatan. Kalau ada pengusaha yang peduli kami seperti yang sudah diperbuat pak Hadi Tan. Kami masih menerima APD dan bantuan lainnya. Terutama masker bedah, masker N 95, Baju Hazmat, kacamata gogles, dan sepatu boot," tegasnya.

Sementara Direktur RSUD Daud Arif Kualatungkal, Elfry Syahril mengakui ada keterbatasan stok APD. Dampaknya APD dari pemerintah tidak bisa menutupi kebutuhan di lapangan.

"Dengan kondisi itu memang tidak semua tenaga medis kita beri APD. Jadi hanya yang bersinggungan langsung saja," ujarnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi