JAMBERITA.COM- Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Taharuddin akui alami kesulitan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD).
Selain langka, tingginya harga APD di pasaran membuat pihaknya mesti putar otak memperoleh segala kebutuhan kelengkapan APD dengan keterbatasan anggaran yang ada saat ini.
"Kita cek ternyata ada yang menawar harga satu pack masker pelindung dijual dengan harga Rp 400 ribu, dan itu pun dari luar daerah," kata Taharuddin, Kamis (2/4/20).
Sementara anggaran yang ada saat ini sebesar Rp 5,3 Miliar, kata Taharuddin masih kurang. Bahkan untuk biaya operasional terpaksa ditalangi pakai uang di masing-masing OPD untuk sementara waktu. Jika sudah bisa dicairkan barulah kemudian diklaim oleh masing-masing OPD.
"Anggaran sebesar Rp 5,3 Miliar itu berasal dari pergeseran anggaran perjalanan dinas di semua OPD. Danannya sudah parkir tapi belum bisa dicairkan," beber Taharuddin.
"Artinya semua OPD dilibatkan dalam kegiatan ini," pungkasnya. (Henky)
Bupati Anwar Sadat Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026 Fokus Percepatan Pembangunan
Bupati Tanjab Barat Rakor MBG Bersama Mendagri dan Kepala BGN
Tekankan Sinergi DPRD dan Pemkab, Rapat Paripurna Nota Pengantar Perubahan KUA-PPAS 2026 Mulus
Al Haris Cek Posko Covid-19 Puskesmas Bangko, Sekaligus Teken Prasasti Puskesmas Bangko Santun Lansi
Cegah Sebaran Covid 19, Maklumat MUI Tanjabbar Putuskan 2 Pekan Libur Sholat Jumat
Siap 24 Jam, Jubir Corona: Posko di Tiga Perbatasan Merangin Sudah Aktif
KUA-PPAS APBD 2027 Disepakati, Gubernur Al Haris Minta Anggaran Adil & Berpihak pada Masyarakat


