Gelombang Laut Tinggi, Nelayan dan Angkutan Laut Diimbau Berhati-hati



Jumat, 13 Maret 2020 - 10:45:03 WIB



Junaidi Koto
Junaidi Koto

JAMBERITA.COM - Nelayan dan pengguna jasa angkutan laut diimbau untuk lebih berhati-hati melaut.

Pasalnya, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelayaran (KSOP) Kelas IV Kualatungkal, Prayitno, melalui KPLP, Junaidi Koto mengatakan jika kondisi perairan saat ini belum stabil.

Dikatakan Junaidi, imbauan kepada nelayan dan pengguna jasa transportasi laut sementara ini agar lebih berhati-hati dan waspada dalam menghadapi perubahan cuaca yang terbilang ekstrim terutama di wilayah perairan Lingga sekitarnya yang mencakup perairan Kualatungkal, Tanjab Barat, Jambi.

"Sejak dua bulan terakhir, kondisi gelombang laut masih terbilang tinggi. Tetapi kalau untuk wilayah pesisir sampai batas ambang luar masih aman," terang Junaidi, kepada awak media, Rabu (11/3/20).

"Potensi tinggi gelombang di kisaran di atas 2 meter hingga 4 meter," lanjutnya.

Diakui Junaidi, gelombang tinggi sempat menjadi kendala pemberangkatan KMP Senangin dengan tujuan Kualatungkal - Batam. Jadwal keberangkatan malam hari digeser hingga pagi hari menunggu kondisi gelombang laut sedikit reda dan tidak membahayakan pelayaran.

"Walaupun hanya himbauan, namun diharapkan warga yang beraktifitas terutama bagi pengusaha angkutan laut dan Nelayan agar dapat berhati-hati," ujar Junaidi.

Sebagai antisipasi, kata Junaidi, pihak KSOP Kualatungkal terus menjalin koordinasi dengan BMKG untuk memantau perubahan gelombang setiap saat.

Tinggi gelombang laut yang tak kunjung reda juga dikhawatirkan oleh nelayan. Dengan memilih tidak melaut malam hari, sebagian besar nelayan memilih waktu melaut saat ombak dirasa sudah mulai sedikit mereda.

Hal ini diakui salah seorang nelayan Kualatungkal. "Kalau turun melaut kami sekarang jarang nginap," ungkap Nelayan Kualatungkal, Adi.

"Biasanya jika pergi melaut pagi begitu masuk waktu sore kami sudah mulai siap-siap pulang ke darat.Takut kemalaman ombak tinggi dan anginnya lebih kencang," ujar Adi, salah satu nelayan pencari udang. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi