Pasien Kecewa Pelayanan RSUD Daud Arif Kualatungkal, Mukhtar: Ini Rumah Sakit Pemerintah, kok gitu?



Rabu, 11 Maret 2020 - 13:15:14 WIB



JAMBERITA.COM - Pelayanan mengecewakan kembali dikeluhkan pasien RSUD Daud Arif Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat.

Keluarga pasien rumah sakit umum Daud Arif kualatungkal, sebut oknum dokter berinisial DN arogan.

Kekecewaan ini diutarakan keluarga pasien, Mukhtar yang mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari seorang oknum dokter DN, saat ia membawa istrinya berobat.

"Saat itu istri saya JR terkena gigitankucing, jadi saya bawa ke rumah sakit mau dicek kondisinya. Nah, sesampai di rumah sakit, di sana dapat tindakan medis oleh Dokter DT sekitar pkul 07.00, Senin pagi (9/3)," urai Mukhtar memaparkan kronologis kejadian, Rabu (11/3/20).

Lanjut Mukhtar, setelah mendapat tindakan pertama itu, dirinya disarankan untuk mencari vaksin anti rabies. Karena stok obat di rumah sakit saat itu lagi kosong. Karena mendapat arahan dari dokter bahwa obat anti rabies bisa didapat di Dinas Kesehatan (Dinkes), ia langsung ke Dinkes. Lalu dari pihak Dinkes mengatakan untuk dapat obat tersebut dari Dinkes harus ada surat rekomendasi dari pihak RSUD.

Dengan berbekal keterangan dari Dinkes dirinya kembali mendatangi pihak RSUD Daud Arif. Setibanya di RSUD Daud Arif petugas dokter yang piket ternyata sudah berganti, dan ia langsung menemui perawat yang memfasilitasi ke dokter, mengingat perawat tidak punya kewenangan buat rekomendasi.

Pada saat perawat berinisiatif menemui dokter DN itulah awal keributan terjadi kalimat tidak pantas terlontar dari mulut dokter DN.

"Siapa yang nyuruh minta surat, kata dokter DN ke perawat dengan nada tinggi, dan saya saat itu kebetulan ada di samping perawat itu," kata Mukhtar menirukan ucapan Dokter DN.

Selain bicara dengan nada tinggi saat diminta surat rekomendasi pengambilan obat rabies di Dinkes, dokter DN juga mengucapkan tantangan.

"Silahkan laporkan. Saya tidak takut," kata Muhktar kembali menirukan ucapan Dokter DN.

Merasa ada perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh dokter DN. Mukhtar mengatakan ia akan melaporkan masalah ini ke IDI pusat dan badan pengawas kedokteran.

"Ini sebuah preseden buruk terhadap pelayanan kesehatan di Tanjab Barat, terkait peristiwa ini saya akan melaporkan ke pemerintah Tanjab Barat, IDI pusat dan badan pengawas IDI. Ini kan rumah sakit pemerintah, bukan rumah sakit swasta milik pribadia dia. Harusnya dia sebagai dokter paham soal etika," ujar Mukhtar.

Sementara Kepala RSUD Daud Arif kualatungkal dr. Elfry Syahril saat dikonfirmasi membenarkan adanya salah paham antara dokter yang bertugas saat itu dengan pihak pasien.

"Saya kira ini hanya miskomunikasi saja, antara dokter kami dan kelurga pasien. Karena yang ditegur oleh dokter DN adalah perawat kami di RSUD bukan pak Mukhtar," kata dr Elfry saat dihubungi wartawan via ponsel.

Kata Elfry, pihak rumah sakit telah memanggil dokter DN untuk dimintai keterangan.

"Kita sudah panggil Dokter DN, dan dia siap untuk dimediasi dengan pak Mukhtar, dan kita pastikan ini hanya salah paham saja," tandasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi