JAMBERITA.COM, MUARA SABAK- Sudah sekitar Satu bulan suplai bahan bakar minyak solar ke SPND Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dari pertamina dihentikan.
Persoalan ini langsung ditanggapi oleh Sekretaris Daerah Tanjabtim, Sapril. Dirinya menjelaskan, permasalahan dihentikannya suplai solar ini ada pada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Perikanan Tanjabtim.
"Ada keterlambatan dari Dinas Perikanan Tanjabtim dalam hal pengurusan izin, bahkan persoalan ini telah terjadi sejak bulan Januari 2020," jelasnya.
Untuk saat ini, dimulai dari Januari 2020 kemarin, Pertamina tidak lagi menyuplai atau mendistribusikan BBM untuk SPDN Kuala Jambi. Hal ini terkait dengan telah berakhirnya kerjasama antara SPDN tersebut dengan pertamina jambi.
Terkait kerja sama antara pihak SPDN dan Pertamina yang telah habis, saat ini Dinas Perikanan dan pihak Koperasi yang mengoperasikan SPDN Kuala Jambi tengah menyusun dan melengkapi berkas kerja sama pembelian solar ke Pertamina.
"Diharapkan seluruh berkas kerja sama bisa cepat terselesaikan, agar nantinya distribusi dan kerja sama akan berjalan kembali seperti sebelumnya dan nelayan bisa kembali memperoleh BBM jenis solar di SPDN tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Camat Kuala Jambi, Taufiq Kurniawan, saat di konfirmasi terkait permasalahan ini juga mengatakan, saat ini memang pasokan solar untuk SPDN Kuala Jambi stop dikarenakan izin yang sudah habis.
"Dari info yang saya dapat, saat izin perpanjangan sedang diurus melalui Dinas Perikanan Tanjabtim," terangnya.
Selain itu, Yusuf salah satu nelayan yang ada di Tanjabtim saat di wawancara juga mengatakan, saat ini dirinya kesulitan untuk mendapatkan pasokan BBM jenis solar.
Dirinya dan beberapa orang nelayan lain terpaksa membeli solar di tempat lain dengan harga yang lebih tinggi dari harga biasa dan terkadang harus merugi saat melaut karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan ongkos minyak yang ia beli.
"Sulit nyari solar yang harganya sama seperti yang dulu pak. Sekarang kami terpaksa beli solar dengan harga 7.500 - 8.000 seliternya, harga itu lebih tinggi dari harga biasa yang tidak sampai segitu. Itu pun kadang dak balek modal. Hasil yang didapat dak sesuai dengan harga minyak yang kami beli. Mana ombak lagi tinggi, kami tidak berani melaut terlalu jauh," paparnya. (hrd)
Duka Teluk Nilau adalah Duka Kita: Pesan Haru Waka III DPRD Jambi FZ Saat Sambangi Korban Kebakaran
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Rancangan Perbup Tentang Perjalanan Dinas Tanjabtim
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Raperbup Sewa Kendaraan Dinas Tanjabbar
H Mashuri Disambut Sumringah Zulfikar Ahmad di Ponpes Asa’riyah

