Oleh: Marwan Efendi, ST*
Bakat dan minat menjadi seorang pengusaha tepah tertanam sejak usia dini, ini dialami oleh Marwan Efendi, ST familiar dipanggil Marwan, lahir di Bengkulu, 1 April 1993 seorang purna ketua Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Muaro Jambi, beliau adalah Owner dari CV. Tiga Pandu Jaya atau lebih dikenal dengan Kedai Tiga Pandu .
Kedai Tiga Pandu Menjual atribut Pramuka secara lengkap kemudian dilengkapi dengan atribut Pramuka, PMR, Paskibraka, Kedinasan, Outdoor Activity, Piala, Konveksi dan Advertaising.
Ada yang menarik dari filosofi nama dari Kedai Tiga Pandu, alasan adalah karena dalam keluarganya yaitu memiliki 3 orang saudara lelaki, pandu sendiri diartikan sebagai pemuda yang suka berkarya, memiliki jiwa, kesatria, gagah berani, dan suka menolong sesama, kini usahanya berkembang dan sukses hingga memiliki beberapa cabang yakni, di Muaro Jambi, Kota Jambi dan Sungai Gelam.
18 Januari 2013 usaha ini mulai di rintis dan bertempat di Sengeti, Kab. Muaro Jambi, sekarang sudah memasuki usia ke 6 tahun hingga sekarang.
Tentunya ini sebuah perjalanan yang tidak mudah dan tentu memiliki banyak hambatan –hambatan yang terjadi tidak membuat berhenti untuk melangkah.
Kedai Tiga Pandu yang berpusat di Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi memiliki strategi pemasaran yaitu dengan branding nama, promosi, dan memperluas jaringan kepada konsumen khususnya anggota Pramuka di Provinsi Jambi pada khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya.
Kemudian barang-brang sebagian diproduksi sendiri maupun dari pemasok dipastikan memiliki kualitas tinggi serta harga yang kompetitif di bandingkan toko-toko yang lain.
Sehingga menimbulkan kepuasan di hati konsumen, karena marwan merupakan anggota pramuka yang aktif dan menjadikan gerakan pramuka sebagai hobby, maka beliau tertarik untuk menjual atribut pramuka, beliau menyebutnya sebagai hobby yang di bayar dan termotivasi untuk mencapai target di usia muda sebagai pembuktian kepada masyarakat yang tidak percaya bahwa kegiatan kepramukaan bukanlah kegiatan yang hanya bertepuk tangan saja dan tidak menghasilkan apa-apa gerakan Pramuka .
Merupakan investasi di masa depan dengan melatih diri peserta didik untuk menjadi seorang pemimpin yang berjiwa sesuai dengan satya dan darma nya. Disamping menjadi seorang pengusaha, penerima tanda penghargaan Karya Bakti dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini berprofesi sebagai seorang pendidik di SMK N 1 Muaro jambi, beliau juga saat ini melanjutkan pendidikannya di pasca sarjana universitas Jambi jurusan Magister Manajemen.
Beliau sangat meyakini bahwa bangsa ini bisa maju jika semakin banyak wirausaha-wirausahawan muda yang bertekad kuat untuk memulai usaha secara mandiri, jangan mencari lapangan kerja, para pemuda harus menciptakan lapangan kerja untuknya sendiri ataupun untuk orang-orang sekitarnya.(*)
Amanat Pembukaan UUD 1945 dan Uyghur sebagai Korban Genosida di Era Digital
Catatan dan Saran Dewan Juri Penulisan Kreatif Tingkat SLTA Se-Provinsi Jambi


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


