Catatan dan Saran Dewan Juri Penulisan Kreatif Tingkat SLTA Se-Provinsi Jambi



Selasa, 17 Desember 2019 - 07:47:08 WIB



Oleh : Putra Agung*

Pada awal Desember lalu, saya bersama sejumlah rekan diminta menjadi juri dalam lomba penulisan kreatif tingkat SLTA Se-Provinsi Jambi tahun 2019. Perlombaan ini dilaksanakan oleh Kantor Pusat Bahasa (KPB) Provinsi Jambi dan selama sepekan suntuk dewan juri telah membaca, menelaah hingga memberikan penilaian terhadap 485 dokumen naskah tulisan kreatif dari para pelajar.

Saat ini proses penilaian dan pengumuman pemenang sudah selesai dilakukan, meski begitu terdapat sejumlah catatan dan saran yang mungkin bisa diterapkan demi peningkatan kuantitas serta kualitas karya penulisan kreatif para pelajar di Provinsi Jambi di masa yang akan datang.

  1. Catatan
  • Tematik Ide

Naskah tulisan para pelajar memiliki keunikan dan keragaman tematik ide yang diangkat. Mulai dari isu agama, problema rumah tangga, kisah cinta di sekolah, kritik sosial, impian, fabel, esai, sejarah, konspirasi hingga horor misteri. Keberagaman tematik ide ini merupakan sebuah kekuatan sekaligus hal yang menjanjikan dalam dunia penulisan.

Sayangnya, kekuatan tematik ide ini tidak diimbangi dengan kemampuan pengembangan gagasan. Kebanyakan tulisan para pelajar terjebak saat melakukan penjabaran awal cerita dan mengabaikan komposisi menulis bertutur sehingga kebanyakan naskah tulisan diselesaikan secara paksa, tidak runtut serta memunculkan ketidaksesuaian antara isi dan judul.

  • Penerapan Aturan Penulisan

Penulisan kreatif merupakan suatu proses menuangkan ide ke dalam tulisan dengan menggunakan daya imajinasi yang kritis, ekspresif, dengan tujuan supaya lahir tulisan yang unik, menarik sekaligus enak untuk dibaca. Disisi lain, penulisan kreatif juga tetap menuntut para pelajar untuk tetap tertib dalam penggunaan tata bahasa, tanda baca hingga penempatan huruf kapital didalam tulisan.

Hal ini yang terlihat kerap diabaikan (bukan ter-abaikan) dalam dominan naskah tulisan kreatif mereka. Naskah tulisan para pelajar kebanyakan terlalu asyik ‘bermain-main’ dalam keterampilan berimajinasi dalam tulisan serta luput menggunakan ejaan yang tepat, diksi yang baik, kapitalisasi kalimat yang benar hingga efektifitas penggunaan imbuhan serta pengembangan paragraf yang runtut.

  • Autentik, Bukan Orisinil

Dalam berbagai tulisan kreatif, faktor orisinalitas sangat sulit ditemukan bahkan nyaris tidak ada. Hal ini disebabkan hampir semua karya tulisan kreatif bahkan ilmiah, bersumber dari ide yang tidak benar-benar baru. Artinya, sudah ada penulis lain atau orang lain yang membuat tulisan dari ide yang sama sebelumnya.

Alhasil, unsur autentik tulisan yang harus menjadi perhatian utama. Autentik merujuk pada kemampuan untuk menulis dari sudut pandang, pola penulisan, gaya bercerita, penokohan, penguraian gagasan hingga penyajian cerita yang berbeda. Mudahnya, tulisan autentik berarti mengubah ide yang tidak lagi baru menjadi sebuah hal yang berbeda atau baru.

Secara umum, naskah tulisan kreatif para pelajar Provinsi Jambi sudah autentik namun pengembangan, penggalian maupun pengubahan ide yang dilakukan belum bersifat fundamental serta baru sebatas pengubahan situasi, plot, dan karakter.

  • Struktur Cerita

Naskah penulisan kreatif para pelajar Jambi kebanyakan berbentuk fiksi seperti cerpen yang memang mempunyai ruang yang memadai guna menampung eksplorasi ide dan imajinasi tulisan para pelajar. Sayangnya, dari ratusan naskah tulisan kreatif para pelajar Jambi, kebanyakan masih mengalami kesulitan dan kebingungan dalam menulis cerita dengan struktur cerita yang standar.

Ada beberapa tulisan yang larut dalam introduksi dan langsung melompat klimak tanpa ada komplikasi, ada pula tulisan yang menggantung tanpa resolusi cerita. Para pelajar sering abai dengan struktur cerita yang standar. Mulai dari introduksi (pengenalan baik tokoh, tema, dan latar belakang), komplikasi (pengenalan konflik atau masalah dalam cerita), klimaks (puncak konflik atau masalah dalam cerita), resolusi (penyelesaian masalah atau konflik), dan koda (penutup yang biasanya berisikan pesan moral dari cerita). 

 

 

  1. Saran
  • Kontinyuitas Menulis

Tradisi menulis kreatif bagi pelajar harus lebih digalakan baik dalam ranah pembelajaran di sekolah, membuat karya cerpen, puisi, esai di majalah dinding atau media massa, rutin mengikuti perlombaan maupun workshop penulisan. Kontinyuitas menulis akan menjadi sarana trial and error bagi para pelajar dalam menulis secara kreatif dengan ide yang eksploratif.

  • Penguatan Literasi

Kebiasaan membaca akan menjadi cara efektif bagi para pelajar dalam penuangan gagasan, penguatan ide, menambah pengetahuan kebahasaan, melatih menghindari plagiat hingga memahami kekayaan khasanah berbagai bentuk karya seni dan sastra yang sudah ada.

  • Penguatan Kaidah Penulisan

Kaidah penulisan merupakan hal yang penting bagi para pelajar. Tidak hanya berguna saat membuat tulisan kreatif namun juga bermanfaat ketika para pelajar harus membuat resmi seperti surat undangan, proposal kegiatan hingga menulis surat lamaran kerja sewaktu mereka telah tamat sekolah.

Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran penting dan mengajari anak didiknya tentang penggunaan tata bahasa, tanda baca, paragraf, pemakaian bahasa asing hingga penempatan huruf kapital didalam tulisan.

  • Publikasi Karya

Tulisan para pemenang lomba penulisan kreatif sebaiknya dipublikasikan dan dicetak secara masif. Hal ini penting agar para pelajar lain, setidaknya mempunya role model tulisan kreatif yang standar. Selain itu, publikasi karya lomba juga dapat memunculkan kebanggan di hati para pelajar sehingga nantinya memotivasi mereka untuk terus menulis karya yang lebih baik lagi

  • Pendekatan & Metode Pembelajaran

Guna merangsang daya jelajah imajinasi para pelajar, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dianjurkan tidak monoton mengajar didalam kelas saat materi penulisan. Guru mungkin bisa mengajak para siswa untuk belajar di taman sekolah misalnya, dan mendorong mereka untuk menuangkan dan mengembangkan ide dalam bentuk tulisan sesuatu terkait taman sekolah. Cara ini efektif untuk melatih kreatifitas siswa agar tidak merasa jenuh saat materi menulis atau mengarang.

Menulis adalah proses berbahagia.

Berlatih dengan seksama, menulis dengan gembira dan berkarya dengan jujur apa adanya merupakah sebuah berkah.

*Seniman dan jurnalis di Jambi.

 










loading...