Soal Cadar dan Celana Cingkrang, Presma Unbari Minta Menag Jangan Suka Buat Resah



Senin, 04 November 2019 - 07:21:41 WIB



JAMBERITA.COM- Wacana pelarangan penggunaan cadar bagi perempuan dan celana cingkrang bagi lelaki di lingkungan instansi pemerintahan, yang dilontarkan Menteri Agama RI Fachrul Razi dinilai sudah membuat kegaduhan di masyarakat.

Apalagi jika alasannya untuk mengatasi radikalisme di lingkungan apratur Sipil Negara (ASN).  Ini disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Batanghari (Unbari) Arby. Menurutnya pernyataan kontraversi di hadapan publik merupakan catatan yang cacat bagi negara yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika dan menciderai Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 mengharuskan pemerintah menjamin kemerdekaan warganya memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaannya.

“Indonesia merupakan negara multikultural di mana setiap orang juga memiliki cara berpakaian yang berbeda-beda. Tidak seharusnya cara berpakaian seseorang digeneralisir atau diidentikkan dengan paham tertentu,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada jamberita.com.

Meskipun di internal kementerian agama, lanjut Arby, larangan ini tetap tidak masuk akal. Karena untuk menangkal radikalisme tidak bisa di lihat dari cara berpakaian . Tapi lebih ke hal yang subtantif seperti dialog dan menanamkan rasa nasionalisme sejak dini, bukan melarang atau menyentuh ke hal yang privasi seperti berpakain. “Tentulah ucapan menteri agama ini tidak menandakan , baliau sosok yang menghargai umat beragama , saya sangat menyanyangkan statement menteri agama yang seharusnya  menjadi taudalada tapi malah mengesankan membuat konflik di masyarakat,” katanya.

“Saya harap Pak Menteri Agama RI Fahrul razi tidak lagi mengkaji hal hal yang sifatnya menyinggung privasi dan membuat masyarakat resah dengan ucapan yang tidak masuk akal . Dan segera mengkalarifikasi atas ucapaan beberapa waktu lalu,” harapnya.(sm)



Artikel Rekomendasi