JAMBERITA.COM- Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Jambi langsung menindaklanjuti surat edaran BPOM terkait dengan peredaran obat-obatan yang mengandung ranitidin.
Ranitidin diduga berpotensi memicu kanker.
Ketua GP Farmasi Indonesia Provinsi Jambi Suprayuki mengklaim setelah mendapat informasi, pihaknya langsung menarik obat yang mengandung ranitidin tersebut, baik atas perintah maupun secara sukarela.
"Itu prosesnya sudah sesuai standar dan kita jalankan, seluruhnya sudah kita tarik," ujarnya saat menghadiri agenda Futsal Cup Minggu (3/11/2019).
Untuk itu, Suprayuki menegaskan, instruksi BPOM untuk menarik obat yang mengandung ranitidin itu sudah mereka laksanakan sesuai dengan standar dan prosedural, seluruhnya dari 11 kabupaten kota yang ada sudah lakukan penarikan dari peredaran.
"Untuk di provinsi Jambi saya pastikan penarikan ranitidin sudah terlaksana dengan baik setelah mendapat instruksi sesuai SOP Balai POM menyatakan ini harus ditarik, maka ketika itu juga kita langsung tarik dan mensosialisasikan ke kab/kota untuk ini ditarik," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Kefarmasian Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Abdul Somad enggan untuk berkomentar terlalu jauh persoalan obat yang mengandung ranitidin.
"Itu sebaiknya ada orang yang berwenang untuk menyampaikan," katanya singkat.(afm)
Akhirnya, Atlet Porwil Pecah Rekor Satu Medali Emas Untuk Jambi
Porwil X Resmi Dibuka, Taburan Kembang Api Warnai Stadion Semarak Sawah Lebar Bengkulu
Hadir di Arena Porwil Sumatera X di Bengkulu, Edi Purwanto Semangati Atlet Jambi
Sambangi Kodim 0419/Tanjab, Ini Pesan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan
Cabor Kempo Tambah Medali Untuk Jambi, Ini kata Musrysid Songsang
Waduh, Pria di Jambi Nekat Potong Alat Kelamin hingga Dilarikan ke RSUD Raden Mattaher


