Minat Warga Buka Kebun Pinang Tinggi Dongkrak Penjualan Bibit di Tanjabtim



Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:33:49 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Tingginya minat masyarakat saat ini untuk membuka peluang usaha dengan cara memiliki kebun pinang cukup tinggi. Salah satunya terlihat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Saat ini banyak masyarakat di Tanjabtim yang dulunya berkebun kelapa dan karet kini lebih menggantungkan kebutuhan rumah tangganya dengan berkebun pinang. Hal itu dibuktikan dari banyaknya batang-batang pinang dengan usia yang tergolong muda atau belum lama ditanam masyarakat tersebar di beberapa lokasi kebun masyarakat di daerah Tanjabtim ini.

Jika dilihat, di wilayah ini banyak masyarakatnya memanfaatkan pekarangan rumah mereka bahkan bahu jalan sebagai lokasi untuk menjemur pinang yang nantinya akan di jual ke pengepul pinang.

Akan tetapi tidak semua masyarakat yang mengolah pinang di wilayah ini mulai dari pengumpulan buah pinang, pembelahan, pencongkelan dan terakhir masuk ke tahap penjemuran memiliki kebun pinang sendiri, ada sebagian dari mereka yang memakai sistem bagi hasil ataupun membeli buah pinang tersebut dari pemilik kebun.

Walaupun demikian, dengan harga jual pinang yang lebih stabil jika dibanding dengan harga kelapa membuat masyarakat berani menerapkan sistem bagi hasil atau pun membeli buah pinang dari pemilik kebun.

Bukan hanya pengolah buah pinang yang merasakan manfaat baik dari usaha perkebunan ini terkait harga jual dari buah ini yang lumayan menjanjikan, Timbul (30 thn) warga rantau rasau yang sehari-harinya beraktivitas sebagai penjual bibit pinang pun merasakan hal sama.

Memulai usaha penjualan bibit pinang di awal tahun 2019 ini, Timbul telah mampu menjual minimal 2.000 bibit pinang perbulannya dengan harga jual Rp 1.500 per batang.

Saat ini permintaan konsumen yang datang kepadanya cukup tinggi dan membuat stok yang ada padanya tidak mencukupi atas permintaan tersebut.

Timbul juga menjelaskan, bibit miliknya bukan hanya dijual kepada konsumen yang ada di provinsi jambi, tetapi juga telah merambah ke provinsi-provinsi lain seperti Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau.

"Konsumen kami jugo ado dari luar jambi, seperti padang dan pekanbaru. Malah infonyo bibit yang kami jual ke padang dan pekanbaru tu di jual lagi ke luar negeri dengan hargo jual jauh lebih tinggi dari harga jual yang kami kasih" ujar Timbul.

Setiap usaha pasti ada saja suka duka yang dirasakan, sama halnya seperti usaha bibit pinang yang dijalani oleh Timbul. Saat ini dirinya tidak terlalu sulit menjual bibit-bibit pinang yang sudah ada, dikarenakan usaha miliknya ini boleh dibilang telah dikenal oleh beberapa kalangan konsumen tingkat menengah.

Akan tetapi saat ini dirinya masih terkendala oleh ketersediaan bakal bibit (buah pinang yang akan dijadikan bibit tunas) yang sulit didapati. Karena masyarakat banyak yang memilih menjual pinang yang telah masuk dalam proses pengolahan terlebih dahulu (yang telah dibelah dan di keringkan) dibanding harus menjual buah pinang bulat yang belum diolah. Hal itu dikarenakan harga jual pinang olahan jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga jual buah pinang bulat.(*/sm)

 

Rata-rata pinang yang dipilih oleh para konsumen yaitu yang berusia tiga sampai lima bulan. Hal itu dikarenakan pinang usia ini tergolong mudah dibudidayakan atau lebih gampang tumbuh sewaktu dipindahkan dari polybag ke lokasi kebun yang akan dijadikan lokasi penanaman.

 

"Sekarang orang yang beli sudah tau trik-triknyo. Orang ni beli bibit yang baru berdaun duo atau tigo. Jarang yang beli daun limo atau enam kayak dulu soalnyo gampang stres atau gampang layu bibitnyo," terang Timbul. (ipn)




Tagar:

# TANJABTIMUR





loading...






JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

Jumat, 05/06/2020 17:00:33