JAMBERITA.COM- Sekretaris Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jambi, Nanda Pratama mengajak 55 Anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2019-2024 yang baru dilantik untuk berpikir milenial.
Apalagi dari yang dilantik ini, diisi wajah kalangan anak muda
"Dengan semangat anak muda Jambi yang sudah banyak berkecimpung di dalam dunia legislatif tersebut, tentu tidak pernah telepas dari menjamurnya pemilih Milenial di akhir akhir ini," katanya.
Nanda berharap wakil rakyat yang muda jangan sampai berpikir seperti orang tua-tua, seperti tidak update keadaan sekitar serta perkembangan zaman yang kian tak terbendung.
"Indonesia yang semakin dekat dengan era revolusi industri 4.0, maka sudah selayaknya para anak muda di legislatif wajib berpikir milenial. Revolusi industri 4.0 ini di mana semua industri nantinya bakal menggunakan teknologi digital," ucapnya.
Dia menyebutkan, menurut pakar pemasaran sekaligus penulis Yuswohady, banyak kegiatan yang bakal dibunuh oleh gangguan digital (digital disruption, red).
Sebagaimana yang sudah sama sama disaksikan bersama, mulai dari sebuah pergeseran yang ekstrim dan radikal. Bahkan sampai menjatuhkan sebuah produk atau industri tertentu sudah terjadi di sekitar kita.
"Contoh mudahnya adalah pekerjaan. Dengan teknologi digital, lingkungan pekerjaan akan berubah total, di mana pabrik-pabrik akan beralih dari menggunakan tenaga manusia menjadi menggunakan mesin. Apakah ini tidak mengancam anak anak muda Jambi," bebernya.
"Untuk kedepannya kalau kita tidak mempersiapkan SDM mampuni untuk berpikir dan siap melirik untuk bersaing di era itu," tambahnya.
Nanda mengatakan bukan tidak mungkin terjadi di Jambi kurir, seperti POS, JNE, J&T dll akan digantikan oleh drone. Jadi mengirim untuk hal-hal kayak handphone, buku, sudah pakai drone, dan itu tidak melibatkan manusia.
"Jadi kita ngeklik di Bukalapak misalnya, itu pengiriman yang biasanya memakan waktu 2 jam di dalam kota, kini bisa lebih efesien dengan memkai waktu 15 bahkan 5 menit itu dia langsung perintahkan drone, langsung dikirim. Kalau robot enggak ada meleset baik dalam hal waktu maupun alamat," paparnya.
Kalau manusia, lanjutnya masih memanaskan mesin motor, antri, isi bensin, bisa terlambat kan. Ini kan enggak, pasti ontime.
"Kemudian kasir. Kasir kalau sudah di terapkannya sistem di-scaning untuk pembayaran sudah masuk di jambi. Bisa kita bayangkan nanti, Alfamart dan Indomaret udah enggak pake kasir, berapa banyak anak muda jambi yang akan kehilangan pekerjaan nya," imbuhnya.
Nanda mengataman ada yang berpikir hal ini bisa diatasi oleh kebijakan pemerintah untuk tidak menerimanya sehingga akan jadi pergolakan regulasi.
Pemerintah enggak setuju. Tapi nanti akhirnya, gara-gara efisiensi akhirnya bisa diterima. kayak ojek online.
"Maka disini saya mengajak seluruh elemen pemerintah dari legislatif, eksekutif di jambi mari kita berpikir milenial untuk menyambut revolusi industri 4.0. mulai dari mempersiapkan generasi yang akan bersaing dan update terhadap isu isu terkini," ucapnya.
"Revolusi mental jangan sampai terputus untuk kita terapkan ke generasi muda biar sadar dengan perkembangan jangan terlalu sibuk dengan game online, terlalu fokus dengan pergulatan rumus-rumus, sehingga tidak update dengan hal positif. Padahal HP tidak pernah sampai 7 menit berpisah dari tangan. tapi kita terlalu menyibukkan diri dengan hal yang tidak bermanfaat," tutupnya.(*/sm)
Coffee Morning Dengan Gubernur Hingga Rapat Fraksi Jadi Agenda Pertama Dewan Baru
Dihadiahi Timah Panas, Kedua Pelaku Pembunuhan Karyawan Alfamart di Jambi Ditangkap
Dari Januari Hinga 31 Agustus 2019, KKI Warsi Ungkap Sudah 18.854 Hektar Lahan di Jambi Terbakar
SAH Nilai Rekomendasi Gubernur Terhadap Calon Rektor Unja Sesuatu Yang Wajar Dan Beralasan
Gunakan Helikopter, Kapolda Tinjau Titik Hostpot di Wilayah Provinsi Jambi



