Beberapa Daerah di Jambi Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Cuaca 



Senin, 26 Agustus 2019 - 17:59:53 WIB



JAMBERITA.COM- Setelah lama tak hujan sehingga menyebabkan kekeringan,  sore ini sejumlah daerah di Provinsi Jambi mengalami hujan.

Di Muarojambi, hujan mengguyur wilayah Kecamatan Sungai Gelam. Meski sebentar jalanan yang tak beraspal di Desa Mekar Jaya langsung becek. "Tadi huja deraa, tapi sebentar," kata salah satu warga.

Begitu juga di Jaluko. Hujan juga dirasakan warga Desa Sungai Duren. Di Bulian, Warga juga bersyukur hujan sudah turun.

Di Kota Jambi, hujan juga sudah turun. Meski beberapa titik belum terlalu deras. Di wilayah Alam barajo, Telanaipura, Pasar, dan Nusa Indah hujan turun deras. Di Paal merah, hujan turun sebentar dan tidak terlalu deras. "Alhamdulillah hujan. Minimal debu jalan berkurang," kata Usman (85).

Sementara itu, dalam rilis dari BMKG jambi, tiga hari kedepan diprediksi hujan.  Hujan terjadi karena munculnya  aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dapat menyebabkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Curah hujan tinggi diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah, dan diprakirakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode 26-28 Agustus 2019, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua, dan Jawa Barat.

Selain potensi hujan lebat, potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diprakirakan juga akan terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Sawu bagian selatan, Laut Timor selatan NTT, Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan NTT.

Perlu diperhatikan, risiko angin dan gelombang bagi keselamatan pelayaran Perahu Nelayan pada kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, Kapal Tongkang pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, Kapal Ferry pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, Kapal Kargo/Kapal Pesiar pada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan akibat cuaca yang dapat ditimbulkan seperti jalan licin, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang. Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.(afm)



Artikel Rekomendasi