JAMBERITA.COM- Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial memenuhi panggilan penyidik Kejagung dari Tim Satgas P3TPK Kejagung RI.
Bupati dua periode ini diperiksa di Kejati Jambi, Kamis (1/8/2019). Ia datang sekitar pukul 09.00 dan keluar sekitar pukul 12.30.
"Saya datang untuk mengklarifikasi kasus pipanisasi di tahun jamak 2009-2010," katanya.
Ia menyampaikan jika pihaknya siap datang kembali mengklarifikasi jika kembali dibutuhkan penyidik.
"Nanti kalau dibutuhkan lagi kita bersedia. Saya menjawab apa yang ditanya ke saya. Soal pelaksanaannya itu urusan penyelidik," kata Safrial ditemui usai pemeriksaan saat menghadiri kegiatan di DPD PDIP Provinsi Jambi.
Dia mengaku dipertanyakan alasan menganggarkan kegiatan pembangunan pipanisasi air bersih itu.
Saat itu, dirinya masih menjabat sebagai Bupati Tanjab Barat periode pertama.
"Kenapa dianggarkan pipa dan kenapa membuat air bersih, saya katakan kami di Tanjab Barat membutuhkan sekali air bersih. Kalau hujan kita tampung air hujan bukan PDAM. Itu alasan kita membuat PDAM (pipanisasi)," terangnya.
"Terus kenapa disana? Karena air tawar itu di Tebing Tinggi. Kenapa tidak di tempat lain? Yang pertama karena di Tebing Tinggi penduduk terbanyak setelah Kuala Tungkal. Karena kita buat PDAM ini orientasinya bisnis. Kalau kita buat disana nanti pelanggannya pasti banyak dan dampaknya subsidi pemerintah akan semakin sedikit," jelasnya.
Dalam kesempatan itu dia menegaskan, sebagai warga negara yang baik dia menghadiri panggilan tersebut.
"Kita harus hadir, kita harus taat aturan hukum. Kalau kita tak hadir bagaimana persoalan ini mau selesai. Dia mau tanyakan masalah ini ke siapa," tandasnya. (sm)
Penuhi Panggilan Kejagung, Bupati Safrial: Kita Harus Hadir dan Taat Biar Selesai Persoalan
Geledah Kontor dan Rumah Milik Ketua SMB, Polda Temukan Peta Lahan di Wilayah Jambi
Diduga Korupsi APBDes, Kades Kasang Lopak Alai Muaro Jambi Ditahan
Bertambah Lagi, Tersangka Kasus Suap APBD Jambi Kembali Ditahan KPK
Hari ini KPK Jadwalkan Periksa 3 Tersangka Kasus Suap APBD Jambi
Progres Pemeliharaan Jalan Ranah Pemetik Capai 45 Persen, UPTD WDP Tinjau Lapangan

