JAMBERITA.COM - Awal September mendatang, 55 caleg peraih suara terbanyak akan dilantik sebagai wakil rakyat. Seharusnya 55 caleg ini sudah bisa ditetapkan oleh KPU jika tidak ada gugatan yang masuk di Mahkamah Konstitusi (MK).
Jika melihat latar belakang 55 caleg peraih suara lebih bervariasi dari sebelumnya. Karena dari 55 orang mereka berasal dari politisi, pengusaha, mantan birokrat, dan lingkaran kepala daerah.
Kalangan politisi sendiri yang meraih suara terbanyak seperti Edi Purwanto, Sapriyanto, Budiyako, Ibnu Sina, Akmaluddin, Elpisina, Burhanuddin Mahir, Ivan Wirata, Kamaluddin Hafiz, Sapuan Ansori, Raden Fauzi, Nur Tri Kadarini, Juwanda, Pinto Jaya Kusuma, Musharudin, M. Khairil, Evi Suherman, Hapis Hasbiallah, Zainul Arfan, Hakiman.
Lalu, Hasani Hamid, Wartono Trian Kusumo, Mesran, M. Amin, Eka Marlina, Rahima, Bustami Yahya, Hasim Ayub, Rudi Wijaya, H. Kamal, Juber, Nurhayati, Luhut Silaban, Rendra, Agus Rama, Abdul Hamid, dan Faisal Riza yang juga dari kalangan politisi.
Kalangan pengusaha juga tidak kalah banyak, seperti Rocky Chandra, Maimaznah, Apriodito, Rusdi, Abun Yani, Izhar Majid, Zuber Dahlan dan Apif Firmansyah.
Dari kalangan mantan birokrat sendiri ada Fadli Sudria, Pensiunan POLRI, Yuli Yulianti, Dari Politisi, Mantan Birokrat, Hingga Pengusaha Isi Latar Belakang 55 Caleg DPRD Provinsi Jambi, Mampukah Bersuara?Mantan Sekretaris KPID, Khafied moein Mantan Sekda Merangin yang pernah menjabat Wabup, Rusli Kamal Siregar, Mantan Kasat Pol PP Kota Jambi, Kemas Alfarabi Dosen Unja, Ahmad Fauzi, Mantan kepala Bappeda, Harmain, Mantan Kadis Pendidikan Bungo, dan Anwar Sadat, Mantan Dosen IAIN STS Jambi.
Satu-satunya kalangan muda yang baru menyelesaikan studi dan terpilih adalah Ezzaty yang juga merupakan putri dari Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri serta Ririn Novianty yang juga sebagai Istri Dari Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno.
Bahren Nurdin selaku pengamat politik berharap caleg terpilih ini bisa memilih komisi berdasarkan kapisatas yang dimiliki sesuai dengan latar belakang. Sebelum itu, para pihak terkait juga harus teliti terhadap persyaratan para caleg ini. "Agar tidak ada lagi permasalahan yang muncul di kemudian hari terhadap 55 caleg ini," katanya ketika dikonfirmasi Jamberita.com, Selasa (30/7/2019).
Ia mengatakan, dari sana, dirinya menyebutkan bahwa akan bisa melihat apa yang akan diperbuat oleh para dewan terpilih ini selama 5 tahun kedepan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Memang para dewan ini nantinya diharapkan jangan hanya pintar bicara politik. Tetapi juga persoalan apa yang bisa diperjuangkan untuk kepentingan masyarakat. "Nanti akan ketahuan setelah dilantik dan para anggota dewan ini meletakkan dirinya pada komisi apa," sebut akademisi UIN STS Jambi ini.
Bagaimana dengan komposisi dewan baru ini, apakah lebih baik dari periode sebelumnya? Bahren menyatakan untuk kelebihan dan kekurangan itu pasti ada. Karena saat ini untuk bicara hal itu masih belum bisa karena para dewan baru ini belum dilantik dan memulai tugasnya. Tetapi dari komposisi ini, memang lebih banyak muncul dari kalangan birokrat dan lebih bervariasi daripada periode sebelumnya.
"Ini menjadi sebuah kelebihan, karena mereka yang berasal dari birokrat ini ketika masuk ke dewan sudah sangat paham apa yang dikerjakan oleh bagian eksekutif. Paling tidak kerjasama antara legislatif dan eksekutif bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.
Harapannya nanti mereka semua memang bekerja untuk rakyat, tidak hanya untuk partai dan juga kelompok.
Kalau mereka semua fokus bekerja untuk rakyat, pasti bisa maksimal seluruh pekerjaan untuk kesejahteraan Jambi kedepan. Juga harus berkeinginan untuk merubah budaya buruk yang ada didewan seperti kasus ketok palu yang terjadi. Hal ini akan bisa dibasmi ketika 2 lembaga ini bisa bersinergi dan bekerja sesuai dengan koridor.
"Terjadinya korupsi itu karena 'perselingkuhan' antara legislatif dan eksekutif. Jangan sampai ini terjadi lagi dan semua kalangan harus komitmen untuk tidak melakukan ini," tukasnya. (am)
Tak Birokratis dan Berpikir Out Of The Box, Yunninta Dinilai Figur Tepat Pimpin Batanghari
Pengamat: Ekspektasi Masyarakat Terhadap Figur SAH Sangat Tinggi
Bawaslu Sampaikan Keterangan Pada Sidang Pemeriksaan Saksi dan Bukti di MK
Sidang Pemeriksaan Sengketa Pileg Jambi Selesai, Irin: Tinggal Menunggu Putusan Hakim
Pasca Gagal Pada Pertarungan Pemilu 2019, PSI Akan Evaluasi Struktural
Siapkan Akreditasi Unggul, FKIP UNJA Gelar Workshop Penjaminan Mutu



