JAMBERITA.COM- Pemilihan kepala daerah (pilkada) kabupaten Batanghari 2020 menjadi perhatian banyak pihak. Baik dari kalangan pengamat, media, aktivis, LSM, partai politik bahkan masyarakat secara keseluruhan.
Sampai hari ini banyak nama yang telah beredar di tengah masyarakat. Ada yang sudah mendeklarasikan dirinya untuk maju sebagai calon Bupati, ada yang masih menyatakan siap maju, dan beberapa nama disebut-sebut banyak kalangan didorong untuk maju. Figur tersebut antara lain juga, antara lain Yunninta Asmara, Muhammad Hafiz, Mahdan, Elfisina, Camelia, Muhamad Fadhil, Bahtiar dan lain sebagainya.
Macam-macam latar belakang mereka. Ada yang pejabat, politisi aktif, birokrat, pengusaha dan tak ketinggalan dari kalangan profesional.
Lalu siapakah yang pantas untuk Batanghari ke depan? Pengalaman memperlihatkan sebagai kabupaten tertua di Provinsi Jambi, butuh terobosan dan ini membutuhkan sosok yang berani serta bisa berfikir di luar kotak, pekerja keras dan tidak birokratis.
Karena ke depan tantangan pembangunan itu semangkin kompleks, tidak hanya menuntut pembangunan tetapi juga membutuhkan layanan dari seorang kepala daerah. Jadi jika pemimpin masih birokratis pembangunan sangat lama, padahal daerah butuh gebrakan, pemimpin yang berani bermain dalam aturan, mentaati aturan dengan kesigapan komunikasi, koordinasi, luwes tidak kaku.
"Kedepan pemimpin yang dicintai itu adalah figur yang tidak birokratis, penuh inovasi berfikir diluar kotak dan mampu merangkul semua kelompok masyarakat Batanghari, ungkap pengamat politik Zahyudi Maulana di Jambi (5/7/2019) kemarin.
Menurut pengamatan berdasarkan observasi dan survei Figur Yunninta Asmara termasuk kriteria pemimpin yang berfikir di luar kotak dan pekerja keras.
" Sosok YA kami nilai layak untuk menjadi pemimpin ke depan beliau punya pengalaman. Tidak birokratis, mau merangkul, mendengar dan dalam tanda kutip berani untuk melakukan komunikasi pembangunan ke provinsi dan pusat tanpa terhalang birokrasi yang selama ini membelenggu pemerintahan," jelasnya.
Sehingga tugas partai politiklah sebagai penjaring bakal calon sangat berkepentingan dalam menghadirkan calon out of the box di luar kalangan birokrasi. Karena perubahan Batanghari ke depan itu butuh figur yang berani berbuat tidak kaku dan mengayomi, serta membawa banyak perubahan yang berarti.(*/adv)
Warga Pemayung ini Sebut Nomor Urut Satu Bagi Paslon Yuninta-Mahdan Simbol Kemenangan
Dukungan Tak Terbendung, Warga Desa Rawa Mekar Teriakkan Yunninta-Mahdan Harga Mati
Pengamat: Ekspektasi Masyarakat Terhadap Figur SAH Sangat Tinggi
Bawaslu Sampaikan Keterangan Pada Sidang Pemeriksaan Saksi dan Bukti di MK
Sidang Pemeriksaan Sengketa Pileg Jambi Selesai, Irin: Tinggal Menunggu Putusan Hakim
Siapkan Akreditasi Unggul, FKIP UNJA Gelar Workshop Penjaminan Mutu



