JAMBERITA.COM- Penguatan mutu pendidikan tinggi vokasi di era revolusi industri 4 sangat penting. Saat ini pemerintah terus mendorong pendidikan vokasi agar bisa menyediakan tenaga profesional.
Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) menanggapi kecenderungan masyarakat yang melihat pendidikan sebagai sarana mendapatkan gelar akademik dibandingkan keahlian atau keterampilan.
"Harus kita akui masyarakat masih berorientasi pada gelar, solusinya pendidikan vokasi orientasinya harus jelas dan ini sangat penting. Lulusan pendidikan vokasi harus mempunyai sertifikat kompetensi yang dikeluarkan lembaga sertifikat kompetensi," ujar Anggota Fraksi Partai Gerindra (18/5/2019) kemarin di Jakarta.
Menurutnya pendidikan vokasi selalu ketinggalan karena masyarakat hanya mencari gelar. Sementara pemerintah abai terhadap pendidikan vokasi di mana banyak aturan yang tidak mendukung. Selain itu industri tidak mau terlibat langsung dalam pendidikan tinggi vokasi.
Dalam kaitan ini SAH mengungkapkan, masalah pendidikan tinggi di Indonesia ada empat. Pertama, jumlah perguruan tingi terlalu banyak. Kedua, pendidikan vokasi bukan hal utama. Ketiga, banyak aturan yang tidak mendukung pendidikan vokasi. Empat, secara umum mutu pendidikan belum bagus.
"Sehingga ke depan saya minta pendidikan vokasi bisa bekerja sama dengan industri. Pendidikan vokasi dengan menerapkan magang 6 bulan. Di samping menghadirkan dosen dari industri. Mudah mudahan ini menjadi bagian dari pengembangan pendidikan perguruan tinggi," tandasnya.(*/sm)
SAH: Sistem Zonasi Dalam Penerimaan Siswa Bentuk Perluasan Kesempatan Pendidikan
Buka Puasa Bersama Ratusan Masyarakat, WALHI Harap Ada Kemajuan Penyelesaian Konflik Sosial
PW KAMMI Provinsi Jambi Lakukan Aksi di KPU dan Kibarkan Bendera Kuning
Sempat Kabur ke Jakarta, Akhirnya Pemodal Minyak Ilegal di Batanghari Diciduk Polda Jambi
Pengumuman: Ini Standar Zakat Fitrah setiap Kab/Kota se Provinsi Jambi
Heboh Soal Cacar Monyet, Kenali Gejalanya Meski Belum Ada Indikasi Terjangkit Di Jambi



