Fachrori Ajak Generasi Milenial Peduli Keselamatan Berlalu Lintas



Minggu, 17 Februari 2019 - 14:52:29 WIB



Fachrori bersama Kapolda Jambi saat melepas jalan santai dalam rangka Millennial Road Safety Festival (MRSF)
Fachrori bersama Kapolda Jambi saat melepas jalan santai dalam rangka Millennial Road Safety Festival (MRSF)

JAMBERITA.COM- Gubernur Jambi, Fachrori Umar berharap generasi muda dapat membentuk karakter milenial yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Ini  sejalan dengan tujuan bersama untuk mewujudkan Generasi Milenial Cinta Lalu Lintas. Menuju Indonesia Gemilang.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang diselenggarakan oleh Polisi Daerah (Polda Jambi) bertempat di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi, Minggu (17/02/2019).

Fachrori mengatakan, Festival Keselamatan Jalan Milenial (Millennial Road Safety Festival) diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia, dari tanggal 2 Februari sampai dengan 31 Maret 2019 di 34 provinsi di Indonesia. "Untuk Provinsi Jambi di pusatkan di lapangan depan Kantor Gubernur ini dengan tujuan agar masyarakat terutama generasi muda milenium dapat mensosialisasikan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas," ujar Fachrori.

"Pentingnya kita mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas dilatarbelakangi oleh cenderung meningkatnya atau masih tingginya angka kecelakaan berlalu lintas dan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas jalan. Secara nasional, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 3 sampai 4 orang setiap jam," sambung Fachrori.

Lebih lanjut Fachrori mengemukakan, secara global angka kecelakaan berlalu lintas tergolong masih tinggi. "Secara global, angka kematian akibat kecelakaan berlalu lintas akan menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kematian tertinggi," jelas Fachrori.

"Di Provinsi Jambi, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas secara rata-rata mencapai 1 orang per hari, sedangkan jumlah kecelakaan secara rata-rata mencapai 1.046 kejadian setiap tahun atau tiga kejadian pe rhari dengan jumlah korban mencapai 730 orang korban per tahun atau 2 orang perhari, selain itu korban meninggal dunia akibat kecelakaan ini juga menyebabkan kerugian material, serta kecacatan baik permanen maupun non permanen," lanjut Fachrori.

"Jika dikaitkan dengan produktivitas sumber daya manusia, kecacatan dan korban nyawa akibat kecelakaan lalu lintas ini mengancam keberlangsungan pembangunan, terlebih lagi ada kecenderungan bahwa korban kecelakaan lalu lintas ini kebanyakan dikalangan milenial atau generasi muda yang menjadi penentu keberlangsungan dan kejayaan bangsa di masa depan," ungkap Fachrori.(sm)



Artikel Rekomendasi