JAMBERITA.COM- Di Provinsi Jambi saat ini masih ada 67 desa yang belum teraliri aliran listrik.
Kepala Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi Harry Andria menatakan hingga kini terdapat 67 desa di Jambi yang belum teraliri listrik.
Desa tersebut yaitu terdapat di Kabupaten Merangin 19 desa, Kabupaten Sarolangun 16 desa, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 19 desa, Kabupaten Tebo 2 Desa, Kabupaten Batanghari 1 desa, Muaro Jambi 1 desa dan Tanjung Jabung Timur 9 desa. Untuk itu kedepan, selanjutnya kata Harry, menanggapi persoalan ini mereka terus bersinergi bersama PLN.
"PLN saat ini programnya sangat cepat tanggap, jika kami sampaikan data-data ini mereka cepat survei," katanya Jumat (18/1/2018).
Menurutnya, desa yang telah teraliri listrik belum bisa dikatakan sepenuhnya teraliri listrik karena tidak terjangkau ke semua dusun di desa tersebut.
"Itu tapi belum seluruhnya. Dalam artian, desa yang teraliri listrik belum menyeluruh setidaknya ada 1 atau 2 dusun desa yang belum teraliri," ungkapnya.
Ia menyebut kendala desa yang belum teraliri listrik, kembali pada pihak PLN yang bekerja secara komersil. Biasanya, kata Harry, lokasi yang sangat jauh dan minim penduduknya maka dipertimbangkan kembali akan pengaliran listriknya.
Sementara, program dari Kementerian ESDM sendiri berupa Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang diperuntukkan untuk tempat-tempat yang sangat tidak terjangkau.
"Pada tahun 2018 lalu Provinsi Jambi sendiri mendapatkan jatah sebanyak 700 paket, sedangkan di tahun 2019 ini direncanakan mendapat 4600 paket. Ini untuk mengurangi rumah-rumah yang tidak teraliri listrik," terangnya.
Mengenai tarif listrik, itu juga kembali lagi dengan kebijakan PLN sendiri. kendati demikian disampaikan Harry biasanya akan mengalami kenaikan namun secara bertahap.
"Kenaikan untuk di nonsubsidi. Tapi di subsidi akan sangat diperhitungkan betul perihal kenaikan tarif," jelasnya.
General Manager PLN Jambi Haris Andika saat dikonfirmasi awak media menyebutkan, rata-rata tarif masih sekitar Rp 1.467 per KWH. "Belum ada kenaikan sampai saat ini, kurang lebih sudah 2 tahun tidak ada kenaikan," ungkapnya.
Sementara manajer UP2K PLN Jambi, Piter Vence Pelealu menjelaskan kendala di lapangan untuk mengaliri listrik ke desa-desa yaitu akses jalan dan jarak tempuh yang tidak memungkinkan.
"Akses jalan paling utama kendalanya, soalnya kita masukin peralatan sulit, kalo jalannya didukung Pemda biasanya cepat," tambahnya.
Pihaknya terus mengupayakan desa-desa yang belum dialiri listrik meskipun Medan jalan yang tidak memungkinkan, agar masyarakat Jambi dapat menikmatinya
"Kita paksakan, meskipun medan jalan yang tak memungkinkan, agar seluruh masyarakat Jambi dapat menikmati Listrik di Provinsi Jambi. PLN sendiri mempunyai target di 2019 seluruh desa di Provinsi Jambi semua dapat tersalurkan. (afm)
Kapolda dan Danrem Satu Tim Lawan Kalangan Jurnalis, Ini Hasilnya
Pamit Jelang Sertijab, Danrem 042 Gapu Ajak Kapolda dan Kalangan Media Berolahraga di Farewell Game
Keppres Pemberhentian Zumi Zola Sudah Terbit, Ini Pesan Kemendagri ke Fachrori
SK Pemberhentian ZZ Sudah Diterima Pemprov Jambi, DPRD Segera Agendakan Paripurna


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


