Bursa Cagub Mencuat, Penantang Atau Patner Fachrori di Pilgub 2021?



Kamis, 10 Januari 2019 | 11:31:14 WIB



JAMBERITA.COM- Pemilihan Gubernur (pilgub) yang akan dihelat tahun 2021 sepertinya bakal berlangsung seru. Ini karena bursa calon yang diisi oleh tokoh-tokoh yang dianggap memiliki kekuatan yang sama. Apalagi Zumi Zola yang dianggap figur kuat dipastikan tidak bisa mencalonkan diri lagi.

Jamberita.com sendiri mencatat sejumlah nama yang berpotensi maju dalam Pilgub mendatang. Pertama tentu saja HBA. Meski sempat mengendur gerakan politiknya, namun majunya HBA di gelanggang Pileg 2019 lewat DPR RI merupakan bukti jika Mantan Gubernur Jambi yang kalah saat bertarung dengan Zumi Zola masih memiliki ketertarikan di politik. Apalagi kini ia tercatat sebagai ketua Dewan pertimbangan Partai Golkar.

Nama lain tentu saja sang Petahana Fachrori Umar. Fachrori yang akan segera dilantik menjadi Gubernur defenitif sepertinya tidak mungkin meninggalkan arena Pilgub dengan jabatannya saat ini. Apalagi Ia saat ini menjabat sebagai ketua Dewan pertimbangan partai Nasdem.

Selain dua nama ini, nama Kapolda Jambi juga disebut-sebut memiliki potensi untuk masuk dalam pertarungan di Pilgub 2021. Namanya sebenarnya sudah pernah masuk dalam bursa Pilgub 2015 yang lalu. Namun karirnya yang masih panjang membuatnya urung. Namun di Pilgub 2021, langkah Muchlis dianggap tidak terhalang lagi karena sudah mendekati masa pensiun.

Muchlis juga merupakan Putra asli Batanghari. Sebagai Kapolda, tentu saja jaringannya sudah tidak diragukan lagi.

Nama lainnya yang sangat ditunggu adalah Ratu Munawarrah. Istri Mendiang Zulkifli Nurdin ini dianggap punya kans karena dianggap sebagai bagian dari dinasti Nurdin. Ada yang bilang Pilgub tanpa turunnya keluarga Nurdin kurang seru. Ratu selama dua periode mendampingi ZN  saat menjabat Gubernur Jambi. Ia juga pernah mencicipi kerja di senayan.

Bursa lainnya ada nama Bupati dan Walikota yang saat ini rata-rata sudah dua periode. Ada Safrial, Syahirsah, Cek Endra, Sukandar, Asyafri Jaya Bakri (AJB), dan Walikota Jambi Syarif Fasha. Lalu ada Alharis, Bupati Merangin. Alharis akan melihat apakah HBA maju atau tidak. Jika HBA tak maju, nama Alharis bisa diperhitungkan. Dari sisi popularitas, mereka punya basis ril. Dari sisi kemampuan sumber daya tentu tidak diragukan lagi.

Yang juga patut diperhitungkan adalah ketua partai yang memang sudah jelas memiliki perahu. Setidaknya dengan hasil Pileg nanti akan menentukan bargaining position partai ini. Karena mereka umumnya akan menawarkan ketua partai atau kader mereka sendiri untuk maju baik nomor atau sekedar jadi pendamping.

Sebut saja, Ketua DPD PDI Perjuangan, Edi Purwanto. Edi adalah Mantan cawagub HBA di Pilgub 2015 lalu. Saat ini sebagai parpol yang menduduki perolehan kursi kedua terbanyak di DPRD Provinsi Jambi. Begitu juga Gerindra dengan Ketua Partainya Sutan Adil Hendra yang saat ini menjadi politisi senayan. Ada juga Burhanuddin Mahir. Peta saat ini, Demokrat pemenang pemilu dalam Pileg lalu. Kemudian H Bakri, Ketua DPW PAN Jambi. Bakri adalah politisi senayan yang sudah menjabat dua periode. PAN sendiri partai yang tidak pernah absen mengusung calonnya di setiap Pilgub.

Pengamat Politik Jambi, Ja'far Ahmad, mengatakan, pada pilgub 2021 semuanya berpotensi untuk maju dan berkompetisi. Menurutnya ada tiga nama yang akan muncul sebagai calon gubernur nantinya. "Akan ada Kapolda saat ini, Walikota Jambi Fasha, serta Hasan Basri Agus," katanya ketika dihubungi Jamberita.com, Kamis (10/1/2019).

Ia mengatakan, bukan hanya mereka saja, kepala daerah dua periode serta petinggi partai juga menjadi sangat potensial. Namun hanya sebagai calon wakil saja. "Bupati 2 periode maupun petinggi partai juga akan mengisi bursa. Hanya saja sebagai cawagub," ujar pria yang baru saja meraih gelar Doktor ini.

Untuk keluarga Nurdin sendiri hingga saat ini belum ada terlihat serius untuk masuk saat ini. Karena menurutnya, jika keluarga nurdin ingin ikut andil pada 2021 mendatang, pastinya posisi sekarang pasti akan diambil. "Kan posisi wagub saat ini tidak ada, jika keluarga nurdin masih ingin ikut pastinya mereka akan mengambil posisi wakil ini terlebih dahulu," ujar pria kelahiran Kerinci ini.

Kondisi dan potensi massa hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan, karena bercerita masalah basis, perlu data yang akurat dan melakukan survei. "Yang jelas untuk saat ini primordialisme akan jadi cara khusus untuk mendulang suara," sebutnya.

Bagaimana potensi pilgub tanpa Zola? Peneliti Idea Institute ini menyebutkan kondisinya akan sangat kompetitif. Karena menurutnya tanpa kehadiran Zola kekuatan gerakan massa berimbang.(amin hudori)

 





loading...








Pakai Parang, Satgas TMMD Bersihkan Akar

Pakai Parang, Satgas TMMD Bersihkan Akar

Sabtu, 23/03/2019 13:45:17
Hap... Tenda Pasukan Langsung Jadi      

Hap... Tenda Pasukan Langsung Jadi    

Sabtu, 23/03/2019 13:43:24